| Rabu, 24 Nopember 2004 | SEMARANG |
Setelah Lebaran, Pegadaian Diserbu
SALATIGA - Setelah Lebaran, Kantor Perum Pegadaian di Kota Salatiga kembali diserbu masyarakat yang membutuhkan dana untuk kegiatan usaha dan keperluan hidup sehari-hari. Untuk mengantisipasi penyerbuan tersebut, pihak manajemen menyediakan berapa pun dana yang dibutuhkan masyarakat. "Selama musim Lebaran ini, transaksi di kantor Perum Pegadaian Cabang Salatiga meningkat 20% hingga 25%. Dana yang telah disalurkan kepada nasabah Rp 1,5 miliar hingga Rp 1,6 miliar," ungkap Kepala Kantor Perum Pegadaian Cabang Salatiga Selatan Djoko Purnomo SE, kemarin. Menurut keterangan dia, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, seusai Lebaran biasanya terjadi peningkatan permintaan kredit atau dana dari masyarakat. Berbeda dari sebelum Lebaran, jumlah permintaan kredit menurun. Namun, masih ada warga yang menggadaikan barangnya. "Perhiasan emas yang sebelumnya digadaikan oleh warga justru banyak yang ditarik untuk digunakan selama Lebaran sebagai barang prestise. Namun, ada pula beberapa warga yang memanfaatkannya menyimpan barang-barang berharga di Pegadaian demi keamanan," paparnya. Djoko menyebutkan, barang jaminan yang dimasukkan ke Kantor Pegadaian Salatiga Selatan rata-rata dalam sebulan terakhir ini 8.000-9.000unit. Jumlah rata-rata nasabahnya 3.000-4.000 orang. Barang yang dijadikan jaminan nasabah untuk mendapatkan dana, 80% perhiasan emas. Sebelumnya, hanya 40% hingga 50%. Kantor Pegadaian Salatiga juga menyediakan bentuk kredit baru untuk kegiatan usaha dengan jaminan surat-surat barang berharga seperti motor dan mobil. Bunga yang diberlakukan 1% flat selama dua tahun. "Sampai saat ini, jumlah kredit yang telah diambil warga Kota Salatiga telah menjadi Rp 200 juta," ungkap Djoko. Ny Ruslan (54), warga Kelurahan Kalicacing, Salatiga mengungkapkan, dirinya datang ke Kantor Pegadaian untuk menggadaikan perhiasan emasnya guna menambah modal usaha anaknya di pasar. "Anak saya minta tambahan modal berdagang pakaian di pasar. Katanya, untuk tambahan dana kulakan di Solo." (H2-91j) |