| Rabu, 24 Nopember 2004 | SEMARANG |
Dimutasi, Enjoy AjaMUTASI atau pindah tugas bukan sesuatu hal yang menakutkan atau meresahkan. Justru dengan adanya mutasi tersebut, akan banyak pengetahuan dan tentunya, relasi juga bertambah. Setidaknya pandangan tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Semarang Ir Piyono. "Saya kadang heran mengapa ada PNS yang sepertinya tidak senang bila dipindah. Bagi saya dimutasi enjoy aja," kata dia. Selanjutnya pria yang setidaknya dimutasi dari jabatannya hingga 5 kali itu, mengatakan bila seseorang terlalu lama menjabat dimungkinkan terjadi praktik-praktik KKN. "Biasanya orang yang sudah duduk di tempat 'basah' menjadi resah bila tiba-tiba harus dimutasi," ujar suami Syarifah itu. Menjadi PNS menurut pria yang pernah bekerja enam tahun di Kantor Transmigrasi Jakarta itu, harus selalu siap ditugaskan di mana saja. Lingkungan pekerjaan yang baru dapat memberi pencerahan berpikir. "Intinya adalah kita bisa membawa diri dan kooperatif," ujar pria yang lahir di Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang 51 tahun silam itu. Setelah enam tahun di Jakarta, alumnus UPN Yogyakarta itu pernah bekerja di Dinas Pertanian Yogya, Bappeda, kepala Bagian Lingkungan Hidup, asisten bupati, dan setahun terakhir menjabat kepala BKD. "Semua itu saya jalani dengan hati senang dan berpikir positif saja," lanjut bapak dari Dian Kumalasari dan Pridana Gunawan itu. Memang hal itu tak mudah dilakukan. Sebab di suatu instansi kadang seseorang sudah menemukan lingkungan dan teman kerja yang cocok serta sesuai bidangnya. Tapi, ingat dia, jangan pernah menolak bila dipindahtugaskan. Karena hal itu akan berpengaruh terhadap banyak hal. Misalnya saja kepala sekolah yang tidak mau dipindah padahal secara hukum dia sudah menandatangani berita acara mutasi. "Saya khawatir ijazah yang ditandatanganinya menjadi tidak sah. Sebab, seharusnya dia tidak lagi menjabat kasek," tutru dia. (Rony Yuwono-84) |