| Rabu, 24 Nopember 2004 | SEMARANG |
Ditinggal ke Pasar, Rumah Terbakar
UNGARAN - Rumah pasangan Sukadi (77) dan Sumiyati (47) di Dusun Kolang Kaling, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bergas, samping kanan Restoran Kebonraja Jalan Soekarno - Hatta, sekitar pukul 10.00 kemarin habis terbakar. Dalam kejadian tersebut tak ada korban jiwa. Akibat kebakaran itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 75 juta. Kerugian itu berasal dari harga rumah papan kayu ukuran 7 x10 meter dan semua barang - barang rumah tangga. Saat kejadian, dia bersama suami sedang berada di pasar Ungaran. "Saya dikabari rumah terbakar oleh tetangga. Kemudian saya cepat-cepat pulang naik ojek. Sesampainya di rumah, ternyata rumah saya sudah dalam keadaan hangus terbakar," papar dia sambil menahan isak tangis. Sementara itu, Sukadi yang juga cepat-cepat pulang begitu mengetahui rumahnya ludes terbakar, hanya bisa termenung. Dia merenungi hasil jerih payah yang dikumpulkan bersama istrinya selama ini, ternyata lenyap dalam waktu sekitar satu jam saja. Barang-barang yang terbakar antara lain pesawat televisi 20 inci, dua buah VCD player, enam lemari berisi pakaian, dan uang tunai Rp 12.650.000. "Padahal nanti sore (kemarin-Red), uang itu akan saya gunakan untuk melunasi tanah dan membayar angsuran di bank," ungkap dia terbata-bata. Selain itu, 24 ekor marmut dan 10 ekor ayam piaraan putri bungsunya, Yuni (13), juga hangus terpanggang. Kakak Yuni bernama Fitri (15), saat kebakaran sedang bersekolah. "Surat nikah saya juga ikut terbakar," tutur Sukadi. Menurut keterangan saksi Utomo (34), sekitar pukul 10.00 dia melihat kobaran api sudah berada di atas atap rumah keluarga Sukadi. "Saya bersama para kuli bangunan berusaha menyelamatkan barang di dalamnya tetapi api sudah berkobar terlalu besar," ungkap Utomo. Menurut penuturan dia, para penolong hanya bisa menyelamatkan rumah Juki yang berada persis di samping rumah tersebut. Sementara itu, rumah Sukadi sudah dikepung api. Ketika petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, mereka memadamkan sisa-sisa bara api yang masih menyala. Penyebab kebakaran masih diselidiki polisi. Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Semarang Ipda Slamet menekankan, pihaknya belum bisa memastikan penyebabnya. "Kalau dikatakan korsleting, pemiliknya mengaku sejak Senin (22/11) sudah tidak menyalur listrik ke tetangganya. Secara pasti, masih kami selidiki," ujar dia.(rny- 91j) |