logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 24 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Usaha Tong Sampah di Jl Barito

Banyak Order dari Instansi Pemerintah

DUA puluh enam tahun lalu Tugiman (57) memulai usaha membuat tong sampah di Jl Barito Semarang. ''Modal saya saat itu cuma gaji seminggu. Untunglah saya dapat kredit dari bank Rp 75.000,'' tutur ayah tiga anak itu.

Kini pria yang memulai karier sebagai tukang itu pantas berbangga. Sebab, kerja kerasnya selama puluhan tahun itu membuahkan hasil. Usahanya tak pernah sepi pelanggan, bahkan sering mendapat order dari instansi pemerintah seperti Pemda, Dinas Kebersihan, dan PT Telkom.

Anto (27), anak Tugiman mengatakan, saat ini bengkelnya mengerjakan pesanan dari Pemda dan PT Telkom. ''Kami harus menyelesaikan 600 tong sampah dan 50 becak sampah dalam waktu dua bulan,'' katanya.

Anto menjelaskan, pihaknya tak hanya mengerjakan pesanan secara massal, namun juga menjual barang itu secara eceran. ''Kami tetap punya stok barang meski tidak ada pesanan,'' katanya.

Menurut Tugiman, selain tong dan becak sampah, dirinya juga menyediakan gerobak sampah, gerobak dorong, alat pengepel, mesin bubut bulu ayam, dan mesin penyaring kedelai untuk pembuatan tempe.

Jasa Pemborong

Untuk penyediaan bahan-bahan dasar, mereka mengaku memanfaatkan jasa para pemborong . Anto mengatakan, untuk pembuatan tong sampah, setiap pegawai bertanggung jawab memotong 10 drum sebagai bahan dasar tong sampah menjadi dua bagian. Kemudian satu orang mengecat 30 tong sampah yang sudah dipotong-potong itu.

Tugiman mengaku saat ini modal sudah tidak lagi menjadi masalah bagi pengembangan usahanya. ''Kesulitan modal sudah saya lalui pada tahun pertama saya merintis usaha ini, '' terangnya.

Saat ini, pria yang aktif di salah satu partai politik itu mengaku sudah mempunyai jaringan yang luas untuk pemasaran barang-barangnya. ''Semua itu saya rintis semenjak saya jadi tukang dulu,'' imbuh pria yang juga memiliki gudang di kawasan Jl Industri Semarang itu.

Yang ingin berkunjung ke bengkelnya di Jl Barito juga dapat membeli produk-produk itu secara eceran. Satu tong sampah, misalnya, dia jual Rp 45.000, sedangkan becak sampah Rp 1,25 juta. (Ida N-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA