logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Nopember 2004 SALA
Line

Lebaran, Empat Penduduk Tewas

WONOGIRI- Empat penduduk dilaporkan tewas secara mengenaskan, bersamaan dengan suasana ingar-bingarnya masyarakat melakukan penyambutan Lebaran. Korban pertama, seorang tanpa identitas, berusia sekitar 35 tahun, Jumat (19/11) ditemukan tewas di objek wisata Waduk Gajahmungkur Wonogiri.

Temuan mayat tak dikenal di perairan dekat kandang gajah itu sempat menggegerkan pengelola, para bakul, dan massa pelancong Lebaran. Saat ditemukan, dia memakai celana panjang hitam dan baju kembang-kembang paduan merah dan hitam. Rambut hitam panjang ikal, tinggi sekitar 141 cm, dan berbadan langsing. Ada luka di bibirnya dan dari mulutnya terlihat mengeluarkan buih. Polisi yang dilapori kasus penemuan mayat tersebut segera melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Kapolres Wonogiri AKBP Drs Subandi SH, memerintahkan untuk membawa mayat itu ke rumah sakit Solo guna diautopsi. ''Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian,'' tegas AKP Hanafi Umar SH. Selanjutnya, Sabtu (20/11) mayat dikuburkan di pemakaman kompleks RSUD.

Temuan mayat wanita itu menjadi kasus kematian mengenaskan keempat kali di tengah ingar-bingarnya masyarakat menyambut Lebaran. Sebelumnya, dilaporkan ada tiga warga tewas secara mengenaskan di waktu dan tempat terpisah. Rinciannya, seorang tewas terjatuh dari pohon, seorang meninggal karena kecelakaan lalu lintas, dan seorang lagi mati karena tenggelam.

Korban mati terjatuh dari pohon adalah Sunar (35), penduduk Dusun Njagir, Desa Sumber, Kecamatan Purwantoro (sekitar 50 km arah timur Kota Wonogiri). Dia terjatuh dari ketinggian sekitar lima meter.

Korban tewas selanjutnya dialami Wahid Purnomo (20). Pemuda asal Sonolayu, Kabupaten Boyolali itu tewas setelah sepeda motor yang dikendarai menabrak patok tugu petunjuk kilometer di Desa Sejati, Kecamatan Giriwoyo (sekitar 55 km arah selatan Kota Wonogiri). Korban berada di Giriwoyo dalam rangka bersilaturahmi ke rumah neneknya. Kejadian itu bermula ketika korban yang berboncengan dengan kakaknya, ingin pergi mandi ke belik (sumber mata air). Namun malang, di tengah perjalanan motornya menabrak tugu tanda petunjuk kilometer jalan dan tewas.(P27-80s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA