| Senin, 22 Nopember 2004 | SALA |
Kapolwil: Anggota DPRD Perlu Menengok Korban Angin RibutSRAGEN - Simpati dan bantuan terhadap korban rumah roboh akibat diterjang angin lisus di Sragen, terus mengalir. Setelah Bupati H Untung Wiyono meninjau lokasi musibah angin ribut Jumat lalu, giliran kemarin Kapolwil Surakarta Kombes Abdul Madjid mengunjungi para korban di Desa Wonorejo dan Donoyudan, Kecamatan Kalijambe, Sragen. Kapolwil didampingi Kapolres AKBP Drs Charles HN, Dandim 0725 Sragen Letkol Inf Krido, dan Kasubag Intelkam Polwil Kompol Yuda Gustawan SIK. ''Ini wujud rasa simpati kami dari jajaran kepolisian dan TNI,'' tutur Kapolwil saat menyerahkan bingkisan kepada keluarga Sarmadi di Tegalrejo, Desa Donoyudan, Kalijambe, kemarin. Musibah angin lisus di Desa Donoyudan menyebabkan Ny Pariyem mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa kayu blandar rumah. Dalam keadaan kepala masih dibalut luka, ibu dua anak itu ikut menyaksikan saat suaminya menerima bantuan. Seperti diberitakan, hujan disertai angin ribut Kamis lalu memporak-porandakan sembilan rumah milik warga Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, serta warga Desa Wonorejo dan Donoyudan, Kecamatan Kalijambe, Sragen. Para korban yang rumahnya roboh di antaranya Ny Tuminah warga RT 9 RW 2 Tileng, Kaloran, Gemolong (kehilangan tiga rumah); lalu Ramin (70), Katimin (45) dan Samin (50) warga Dukuh Tegalsari Desa Wonorejo, Kalijambe, serta Suroto (50), Sarmadi alias Suwardi (53), dan Parlan (56) warga Rejosari, Donoyudan, Kalijambe. Adapun Ny Tuminah yang tertimpa kayu, masih dirawat di RS Assalam, Gemolong (SM 20/11). Belum Hadir Kapolwil menyatakan ikut prihatin atas musibah angin ribut yang merobohkan sejumlah rumah milik warga itu. Sebagai bentuk rasa peduli terhadap sesama, dia menyempatkan diri hadir di tengah para korban. ''Anggota DPRD juga perlu menengok korban angin ribut. Tapi para anggota DPRD baru prihatin,'' katanya sambil tersenyum. Imbauan Kapolwil yang meminta para anggota DPRD menjenguk masyarakat yang kesusahan akibat musibah angin ribut itu, mendapat sambutan positif masyarakat Desa Donoyudan. ''Para wakil rakyat belum ada yang menjenguk kami,'' tutur Sunarto, warga setempat. ''Sebaiknya anggota DPRD Sragen pun ikut mempedulikan nasib para korban angin ribut. Jangan mendekati kami menjelang masa kampanye saja, mbok sesekali kami yang kesusahan dijenguk,'' tambah Sarmadi. H Untung Wiyono yang juga Ketua Dewan Penasihat DPC-PDI-P mengatakan, sejumlah fungsionaris DPC dan anggota Fraksi PDI-P sudah menjenguk ke lokasi bencana. Untuk mengantisipasi rumah roboh, Kapolwil berpesan kepada masyarakat, jika mendirikan rumah dari kayu sebaiknya sebagian tiangnya ditanam, sehingga rumah lebih kokoh. Dari hasil pengamatannya, rumah dapat roboh disapu angin karena tiang utama rumah hanya nangkring di atas umpak (batu berbentuk kubus). Akibatnya, rumah tidak kokoh dan mudah roboh jika disapu angin lisus. (nin-20a) |