logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Nopember 2004 SALA
Line

Pasar Darurat Roboh

  • Pedagang Khawatir Terjadi Bencana Susulan

BOYOLALI - Ratusan pedagang di Pasar Ampel, Kecamatan Ampel, Boyolali, khawatir menempati pasar darurat di Desa Kaligentong, menyusul robohnya pasar akibat hujan lebat disertai angin ribut.

Selama bangunan pasar darurat tidak diperkuat, mereka akan tetap bertahan di sekitar Pasar Ampel dengan cara mengontrak kios atau membuat bangunan sederhana.

''Kondisi fisik bangunan pasar darurat tidak layak pakai. Apalagi sekarang memasuki musim hujan, sehingga sangat mungkin munculnya bencana. Selama tidak ada perbaikan bangunan. Saya kira lebih baik pedagang tidak menempati pasar darurat,'' kata Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Ampel (PPPA), Suwarno, kemarin.

Bupati dr H Djaka Srijanta melalui Kepala Kantor Informasi, Komunikasi dan Kehumasan (KIKK), Dra Kristiana Purwanti meminta kepada Dinas Pasar dan instansi terkait untuk segera memperbaiki robohnya pasar darurat tersebut.

Dengan perbaikan pasar, diharapkan tidak menunda perpindahan pedagang ke pasar darurat. ''Saya minta agar cepat dibangun, sehingga pedagang bisa pindah sesuai dengan jadwal yang ditentukan,'' kata bupati.

Ratusan dasaran di pasar darurat Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Jumat (19/11) sekitar pukul 16.30, roboh menyusul hujan lebat disertai angin ribut. Atap bangunan berupa seng dan tiang penyangga atap dari bambu porak poranda. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Tujuh Hari

Suwarno mengatakan, sesuai dengan jadwal, tujuh hari setelah Lebaran semestinya pedagang harus sudah pindah ke pasar darurat. Dengan demikian, Senin, 22 November ini mereka harus sudah mengosongkan Pasar Ampel. Sebab pasar itu masih dalam perbaikan, dan khawatir bencana serupa terulang kembali, serta pedagang menjadi khawatir. ''Kalau memang khawatir dan menjadi tidak nyaman di pasar darurat, mengapa dipaksakan pindah,'' katanya.

Pasar darurat di Desa Kaligentong itu, rencananya untuk menampung pedagang di Pasar Ampel, yang akan dibangun berlantai dua dengan biaya sekitar Rp 10 miliar.

Sementara itu Pimpinan Kegiatan (pimket) Mulyono BcHK saat ditemui mengatakan, pindahan pedagang ke pasar darurat tetap sesuai dengan jadwal.

Rencananya, Senin ini mereka harus sudah mengosongkan pasar. Dalam waktu tiga atau empat hari, dasaran yang roboh sudah selesai diperbaiki. Los atau dasaran akan diperkuat dengan mengganti tiang yang sudah rapuh. ''Karena itu, pedagang tidak perlu khawatir,'' katanya.

Pasar darurat dibangun dengan dana sekitar Rp 360 juta. Dana perbaikan dasaran yang roboh, akan diambilkan dari dana sisa tender. (shj-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA