logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Nopember 2004 SALA
Line

Kedatangan Kuda Nil Ditunda

JURUG - Rencana kedatangan dua ekor kuda nil ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, ditunda hingga berakhirnya arus balik masa Lebaran. Menurut Kepala Pengelola TSTJ, drh Sayono Amiradji, sedianya satwa dilindungi itu akan tiba dari Kebon Binatang Surabaya (KBS) dan Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor pada pertengahan Ramadan lalu.

"Tapi karena khawatir stres, mengingat selama Pekan Syawalan TSTJ banyak dikunjungi warga, maka kedatangannya ditunda hingga usai arus balik nanti," kata dia saat memberi sambutan pada acara Larung Gethek Joko Tingkir, yang merupakan puncak Pekan Syawalan di Taman Jurug, kemarin.

Tempat bagi dua binatang betina tersebut, sekarang sudah siapkan. Lokasinya di dekat kandang gajah. Kepada Suara Merdeka seusai acara, Kepala Dinas Pertanian Surakarta itu menjelaskan, selain satwa bermulut besar tersebut TSTJ juga akan mendapat tambahan koleksi lain. Yakni sepasang singa dan seekor kuda nil mini dari KBS.

Selain itu, taman yang berada di tepi Bengawan Solo tersebut juga akan memperoleh bantuan sepasang nilgae (sejenis kijang berbadan besar tanpa tanduk dari Afrika), serta seekor beruang jantan, juga dari KBS.

"Satwa-satwa baru yang akan menambah koleksi di Bombin dalam kompleks TSTJ itu, nantinya diharapkan dapat lebih menarik masyarakat untuk berkunjung. Anak-anak sekolah pun bisa melihat langsung berbagai jenis binatang di Taman Jurug," ujarnya.

Saat ini, jumlah satwa yang menjadi koleksi taman dengan areal seluas kurang lebih tujuh hektare itu mencapat 443 ekor. Secara terperrinci, binatang-binatang itu terbagi dalam golongan mamalia sebanyak 18 jenis, aves 39 jenis, reptil tujuh jenis, ikan tiga jenis. Total terdapat 67 jenis, yang dipelihara di taman tersebut.

Penjinakan

Rata-rata binatang-binatang itu dalam kondisi sehat. Sayang, kondisi sebagian kandangnya sudah mulai rusak. Beberapa ditambal sulam, lainnya dilakukan perbaikan ringan.

Namun untuk menambah daya tarik pengunjung, pengelola setempat mencoba melakukan penjinakan anak harimau. Tiga anak binatang buas yang kini berumur enam bulan, terus dilatih pawangnya agar tidak membahayakan.

"Karena jinak, pengunjung bisa berfoto bersama tiga anak harimau tersebut untuk kenang-kenangan. Yang jelas, kami akan meningkatkan pelayanan bagi pengunjung," jelas Sayono.

Beberapa pembenahan kecil memang terlihat di TSTJ; di antaranya para pedagang yang dulu tersebar di kanan-kiri jalan utama taman, kini mulai dilokalisasi dan dibuatkan jalan setapak baru.

Menurutnya, beberapa waktu seusai Pekan Syawalan, pihak pengelola juga akan melakukan pembenahan fisik lagi; di antaranya pemasangan paving block di beberapa lokasi yang sering dijadikan tempat istirahat oleh pengunjung.(D11,G18-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA