| Senin, 22 Nopember 2004 | SALA |
Ribuan Pengunjung Datangi Taman Jurug
JURUG - Ribuan orang mendatangi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo pada puncak acara Pekan Syawalan di tempat rekreasi itu, yang ditandai dengan prosesi Larung Gethek Joko Tingkir di aliran Bengawan Solo, kemarin. Mereka datang dari daerah-daerah sekitar Solo, bahkan ada yang dari Yogyakarta dan Ngawi Jatim. Selain memadati ruas-ruas jalan taman, para pengunjung yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang itu juga menyemut di Taman Gesang, yang berada di kompleks TSTJ. Patung gesang yang terpasang di taman pinggir Bengawan Solo itu, bahkan tertutup masyarakat dan anak-anak yang memanjatinya. Sementara itu parkir kendaraan pengunjung meluber hingga jalan pintas di bawah Jembatan Jurug. Karena banyaknya, parkir mobil mencapai tiga lapis di ruas tersebut. Adapun parkir sepada motor, menutupi halaman taman. "Karena animo masyarakat tinggi, maka target kami menjaring 100 ribu pengunjung selama Pekan Syawalan (14-21 November) akan terlampaui. Tapi lebihnya berapa, belum direkapitulasi," kata Kepala Pengelola TSTJ, drh Sayono Amiradji. Menurutnya, dari sekitar 80 ribuan pengunjung yang datang, 30ribuan di antaranya membeli tiket masuk pada acara puncak itu. Dengan demikian, selama delapan hari acara tersebut digelar tak kurang dari 110 ribuan tiket seharga Rp 5.000 terjual. Lantaran penuhnya tempat hiburan rakyat itu, hampir setiap menit pengeras suara dari bagian informasi TSTJ mengumumkan adanya beberapa orang yang melaporkan tercecer dari rombongan dan keluarganya. Prosesi larung gethek yang dimulai sekitar pukul 11.00 atau molor satu jam dari rencana awal itu, seolah tidak mengurangi kesabaran pengunjung untuk menyaksikannya. Meski kali ini tokoh Joko Tingkir tak diperankan artis Ibu Kota seperti tahun-tahun lalu, namun sejak dua jam sebelumnya pengunjung sudah menunggu prosesi. Tokoh legenda itu kemarin diperankan Putra Solo 2004, Maryanto Sandya Tri Laksono. Dia didampingi juara III Putri Solo 2004, Yuanita Makmurach Wati. "Ramai tidaknya pengunjung Pekan Syawalan tersebut bukan masalah bintang tamu yang dihadirkan itu dari Ibu Kota atau tidak. Dia bintang terkenal atau tidak, tak masalah. Tapi indikatornya, kalau menjelang syawalan masyarakat tani sekitar Solo panennya berhasil, kantong tebal, maka banyak yang mengunjungi Pekan Syawalan," kata koordinator keamanan TSTJ, Sri Hardono. Naik Gajah Prosesi larung gethek itu sendiri dimulai dengan kirab Joko Tingkir yang naik gajah. Pendampingnya, Yuanita, juga naik gajah. Keduanya kemudian diarak dengan iring-iringan, antara lain 22 prajurit prawiro anom Keraton Surakarta, serta utusan dan ulama dalem Paku Buwono XIII. Pelawak Gogon dan Yati Pesek yang akan meramaikan panggung hiburan, juga turut dalam iring-iringan yang dipimpin Pangarsa Prajurit Keraton Surakarta, KRT Wirantodiporo. Sampai di taman Gesang, dilakukan berbagai upacara simbolis yang berisi berbagai sambutan. Seusai acara itu, pemeran Joko Tingkir dan pendampingnya mendapat satang atau dayung dari Wali Kota Surakarta H Slamet Suryanto, untuk melanjutkan perjalanan menyusuri Bengawan Solo. Pada waktu itu, juga dibagikan sekitar seribu ketupat kepada masyarakat. Banyaknya pengunjung, mengakibatkan ketupat jadi rebutan. Dalam sambutannya, Wali Kota berharap agar pada tahun-tahun mendatang acara pesta ketupat dan larung gethek dikemas lebih baik, sehingga pengunjung yang datang bukan hanya wisatawan domestik namun juga mancanegara. Dia juga berpesan kepada pengelola TSTJ untuk tetap menjadikan kebun binatang yang ada di dalamnya sebagai lembaga konservasi. Selain menjadi tempat rekreasi, taman itu juga harus mulai dijadikan lembaga pendidikan dan penelitian bagi satwa. "TSTJ hendaknya bukan hanya menjadi taman safari-nya Solo, tetapi juga di tingkat Jawa Tengah. TSTJ merupakan salah satu tempat rekreasi andalan di Jawa Tengah," katanya. (G18,D11-17a) |