logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Nopember 2004 SALA
Line

"Peraturannya Berubah-ubah"

KARANGASEM - Wakil Ketua DPRD Surakarta, Alqaf Hudaya SH mengakui lambannya kinerja Dewan disebabkan munculnya peraturan yang berubah-ubah. Dalam masa transisi saat ini, permasalahan yang sama juga dialami hampir di seluruh daerah.

"Terus terang, kami tidak ingin bernasib sama dengan anggota DPRD sebelumnya. Jadi kami lebih berhati-hati dalam menyikapi setiap peraturan perundangan yang berlaku. Dalam penyusunan tata tertib (tatib) DPRD pun, kami harus mempertimbangkan bahwa apa yang kami putuskan itu benar-benar konstitusional dan sesuai dengan peraturan yang ada."

Dia menjelaskan, DPRD sudah mengacu kepada dua Keputusan Mendagri, masing-masing Nomor 161 /2004 dan Nomor 162/2004.

"Saat itu, sesuai dengan Keputusan Mendagri 162, pembentukan fraksi mandiri hanya bagi partai yang minimal memiliki lima kursi. Meski sempat menimbulkan polemik, kami akhirnya sepakat menggunakan itu (SK Mendagri)."

Namun pada perkembangan berikutnya, ujar dia, muncul revisi UU 22/1999 yang kemudian ditetapkan menjadi UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah. "Ternyata ada perubahan yang mengharuskan DPRD tidak lagi bisa menggunakan beberapa pasal di UU Susunan Kedudukan MPR DPR, yang digunakan sebagai acuan SK Mendagri. Terus terang kami tidak berani mengambil risiko. Daripada ngulang-ngulang menyusun tatib, kan lebih baik disempurnakan terlebih dahulu."

Meski demikian, DPRD pun langsung menggunakan alternatif yang dinilai cukup fleksibel. "Sambil menunggu koreksi Gubernur atas draft tatib yang telah diajukan, kami melakukan langkah alternatif. Misalnya, soal pembahasan perubahan anggaran. Karena belum memiliki alat kelengkapan Dewan, yakni komisi, maka kami sepakat untuk membentuk embrio komisi terlebih dahulu."

Dengan demikian, jelas dia, pembahasan perubahan APBD yang memang diakui sudah cukup terlambat tersebut bisa segera dilaksanakan.

"Kami berharap, minggu depan tatib DPRD sudah disetujui Gubernur, sehingga pijakannya sudah cukup jelas. Dengan demikian, kami bisa mengerjakan setumpuk agenda lain yang sudah menunggu untuk dikerjakan." (G13-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA