| Senin, 22 Nopember 2004 | PANTURA |
Desa Wanatawang Kembali TenangBREBES- Setelah beberapa hari dicekam ketakutan akibat tawur antarpemuda, suasana Desa Wanatawang, Kecamatan Songgom, Brebes, kemarin terlihat kembali tenang. Situasi tersebut tercipta setelah Kapolres Brebes Drs Bambang Purwanto SH MSi memprakarsai pertemuan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus BPD (Badan Perwakilan Desa), dan aparat Desa Wanatawang. Pertemuan dihadiri Camat Songgom Drs Suporo, Kapolsek Aiptu Slamet Widodo, serta sejumlah orang tua yang rumahnya menjadi korban lemparan batu. Dalam pertemuan yang berlangsung dua jam lebih itu disepakati adanya perdamaian untuk tidak saling menyerang di antara kelompok pemuda satu desa tersebut. Bahkan para orang tua yang anaknya diduga terlibat tawuran dan hingga kini belum kembali ke rumah, telah menyanggupi menyerahkan anaknya ke polisi paling lambat Senin ini (22/11). Kapolsek Aiptu Slamet Widodo kemarin mengatakan, dalam peristiwa tawur antarpemuda itu terdapat 12 pemuda yang hingga kini menjadi buron. Mereka meninggalkan rumah sejak 17 November 2004 setelah terjadi penyerangan ke sejumlah rumah di Wanatawang Kidul. Setelah peristiwa penyerangan, seorang pemuda bernama Rofi'i diamankan karena membawa samurai. Kasus tawur itu bermula ketika Wati, dini hari sekitar pukul 02.00 pulang ke rumah diantar Otong menggunakan sepeda motor. Wati mengaku malam itu baru saja bertandang ke rumah Otong, karena dianggap sahabat lama. Namun adiknya bersama sejumlah pemuda desa menafsirkan lain, sehingga ketika Wati turun dari motor, Otong langsung disambut pukulan oleh adik Wati dan teman-temannya. Kasus tersebut yang kemudian memicu tawuran antarkelompok pemuda desa itu. Kekeluargaan Menurut Kapolsek, pertemuan dengan tokoh masyarakat berlangsung penuh kekeluargaan. Seusai pertemuan, mereka berjabat tangan tanda berakhirnya perselisihan. Mengenai kerusakan rumah penduduk akibat tawuran, mereka sepakat menyelesaikan secara kekeluargaan. Artinya, kerusakan kaca jendela, genting, dan sebagainya dilakukan secara gotong royong. Namun yang menimpa keluarga tak mampu, seperti Ny Kenah, yang rumah temboknya dijebol diusahakan mendapat bantuan dari yang mampu. Guna menjaga situasi yang sudah aman itu, Polsek Songgom setiap jam berpatroli mengelilingi desa. Sebelumnya, satu regu personel dalmas juga disiagakan di desa itu. ''Petugas yang jaga sudah kami tarik ke Polres,'' kata Slamet. Secara terpisah, Kapolres AKBP Drs Bambang Purwanto SH MSi tetap berharap pemuda yang diduga terlibat tawuran menyerahkan diri ke polisi. Saat ini pihaknya baru mengamankan satu orang, namun yang 12 orang lain masih buron. Dalam kasus itu, penyelesaian kekeluargaan tetap diutamakan, namun pelaku yang diduga terlibat akan terus diburu. Tetapi karena sudah ada kesepakatan mereka akan diserahkan orang tuanya, dia menunggu sampai besok Senin. (wh-74s) |