logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Nopember 2004 PANTURA
Line

Warga di Margasari Kembali Bentrok

  • Lima Desa Rawan Tawuran

SLAWI - Bentrok atau tawur antarwarga pedukuhan di Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, kemarin malam, kembali terjadi. Jika sebelumnya melibatkan warga Dukuh Glempang, Dukuh Bogasari (keduanya di Desa Jembayat) dan warga Desa Kedawung, kini antara warga Dukuh Benda dan Dukuh Karangjati.

Meski bentrok warga dua dukuh yang masuk Desa/Kecamatan Margasari tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya mengakibatkan beberapa warga terluka ringan, kejadian tersebut cukup merepotkan jajaran Polsek Margasari, Satsamapta dan Satreskrim Polres Tegal.

Selain itu, peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan dan ketidaktenangan ratusan warga yang tidak tahu-menahu duduk persoalannya. Warga sangat berharap aparat keamanan berjaga-jaga sepanjang malam di desa yang rawan tawuran.

Karena desakan seperti itulah, setelah kejadian tersebut, petugas berjaga sepanjang malam hingga dini hari untuk mengantisipasi kemunculan kasus serupa.

"Memang setelah tawuran malam itu dan malam sebelumnya, kami selalu bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan sepanjang malam," tutur Kaurbinops Samapta Polres Tegal Ipda Maryadi.

Kewaspadaan yang kini terus ditingkatkan selain difokuskan ke sejumlah dukuh yang telah terjadi tawuran, juga dukuh di desa-desa sekitarnya. Hal itu untuk mengantisipasi agar kasus sebelumnya tak meluas.

Tetap Diproses

Secara terpisah Kasatreskrim Iptu Syaeful Wahyudi mengatakan, warga di sejumlah desa yang terlibat tawuran selain dibina juga diproses secara hukum. Sebab, kasus tersebut tidak bisa dianggap remeh.

Sejauh pantauan Suara Merdeka, sedikitnya lima desa di tiga kecamatan di Kabupaten Tegal yang masih rawam tawuran kini diawasi ketat oleh aparat kepolisian. Misalnya, di Kecamatan Lebaksiu yaitu di Desa Kesuben dan Desa Balaradin yang pada Ramadan lalu terjadi bentrok. Kemudian, setelah Lebaran, di Kecamatan Tarub di Desa Kedokan Sayang, terutama di Dukuh Putera Tengah (Puteng) dan Dukuh Keben.

Di Kecamatan Margasari yang diawasi ketat yaitu Desa Margasari terutama Dukuh Benda dan Dukuh Karangjati. Desa lain yang mendapat pengawasan serupa yakni Desa Jembayat dan Desa Kedawung. Di Desa Jembayat, warga di Dukuh Glempang dan Bogasari kini masih bersitegang. Karena itulah, aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan sambil melakukan sosialisasi hukum di wilayah tersebut.

Jaga Korban

Sementara itu, puluhan pemuda Dukuh Keben Desa Kedokan Sayang Kecamatan Tarub hingga kemarin terus menjaga lima rekannya yang masih terbaring di RSU Islam Texin. Kelima pemuda Dukuh Keben itu menjadi korban pembacokan oleh belasan pemuda Dukuh Putera Tengah (Puteng), Sabtu (20/11) dini hari lalu. Selain menjaga keenam rekannya, langkah itu juga sebaga wujud solidaritas terhadap rekan yang menjadi korban penganiayaan.

Untuk menjaga berbagai kemungkinan, sejumlah petugas dari Polres Tegal juga melakukan pemantauan. Langkah itu dilakukan mengingat dari enam pemuda yang terluka akibat bacokan, satu orang dari Dukuh Puteng.

Polisi mendapat informasi, sejumlah pemuda Dukuh Keben masih geram atas tindakan main hakim sendiri sekelompok pemuda Dukuh Puteng. "Karena itulah, untuk menjaga kemungkinan buruk, kami melakukan pemantauan dan penjagaan seperlunya," ujar Kasatreskrim Iptu Syaeful Wahyudi. (D12-34e)

Korban yang Dirawat di RS

No. Nama Alamat Keterangan
01. Kusminto (25) Dukuh Keben, Desa Kedokan Sayang, Tarub Dirawat di RSU Islam Texin
02. Agus (20) Dukuh Keben, Desa Kedokan Sayang, Tarub Dirawat di RSU Islam Texin
03. Bambang (25) Dukuh Keben, Desa Kedokan Sayang, Tarub Dirawat di RSU Islam Texin
04. Sahudi (23) Dukuh Keben, Desa Kedokan Sayang, Tarub Dirawat di RSU Islam Texin
05. Solikhin (24) Dukuh Keben, Desa Kedokan Sayang, Tarub Dirawat di RSU Islam Texin
06. Sujai (28) Dukuh Puteng, Desa Kedokan Sayang, Tarub Dirawat di RSU Islam Texin
07. Slamet (25) Dukuh Puteng, Desa Kedokan Sayang, Tarub Luka ringan dan rawat jalan

Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA