logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Nopember 2004 OLAHRAGA
Line

Purwanto Termotivasi Cetak Gol Lagi

PURWANTO akhirnya dapat bernapas lega. Mendekati akhir musim Kompetisi Liga Bank Mandiri X, pemain kelahiran 16 Mei 1980 ini mampu mencetak gol buat PSIS.

Gol yang dicetak ke gawang PSPS Pekanbaru pada menit ke-85 di Stadion Jatidiri, Sabtu (20/11) lalu, merupakan gol pertamanya selama membela pasukan Mahesa Jenar dalam kompetisi resmi. Tak heran, gol tersebut mempunyai arti penting bagi dirinya. Label mandul yang melekat mulai bisa terkikis.

''Ya, saya memang sangat lega. Sebab, saya sudah menunggu hampir setahun untuk dapat mencetak gol. Keinginan itu baru bisa tercapai pada pertandingan ini,'' kata suami dari Arlyah itu.

Dibanding striker PSIS lainnya seperti Indriyanto Nugroho dan Roberto Kwateh, Purwanto memang kalah produktif.

Indriyanto dan Kwateh sudah mengoleksi 10 gol dalam kompetisi musim ini. Sementara mantan pemain Pelita Krakatau Steel itu baru menyumbangkan sebuah gol.

Sebelumnya, gol yang diciptakannya hanya terbatas pada pertandingan uji coba seperti lawan Unnes, Persipur Purwodadi, dan Persikaba Blora.

Padahal, saat memperkuat Semen Padang di KLI VII, Purwanto merupakan top scorer dengan menorehkan 17 gol. Namun, gelar pencetak gol terbanyak tersebut bukan merupakan hal baru baginya. Saat memperkuat timnas pelajar Indonesia, dia juga menjadi top scorer dengan tujuh gol.

Gelar yang sama juga disandangnya ketika bermain untuk timnas U-19. Saat itu, dia mengoleksi tujuh gol.

Namun, seiring dengan waktu, bintangnya semakin meredup. Hal itu dapat dilihat dari koleksi golnya di Liga Indonesia. Saat memperkuat Pelita KS di KLI IX, di bawah asuhan Danurwindo, dia ''hanya'' mencetak 10 gol.

Percaya Diri

Saat membela PSIS di KLI X ini, satu gol baru dihasilkannya, yaitu saat melawan PSPS Sabtu (20/11) lalu.

Pada pertandingan lawan PSPS itu, Purwanto membayar kepercayaan yang diberikan oleh pelatih Herry Kiswanto.

Begitu diturunkan pada menit ke-77 menggantikan Roberto Kwateh, aksi-aksi Purwanto langsung merepotkan pertahanan PSPS. Tak heran, Purwanto harus jatuh bangun menghadapi tackling keras pemain belakang lawan.

Namun, kerja kerasnya membuahkan hasil pada menit ke-85. Umpan crossing dari Lilik Suheri dimanfaatkannya menjadi gol kemenangan. Gol tersebut membangkitkan semangat dan motivasinya untuk mencetak gol lebih banyak lagi.

''Gol itu membuat saya semakin percaya diri dan penuh semangat. Sebab, itu menjadi modal untuk mencetak gol lebih banyak lagi. Mudah-mudahan ini bukan gol terakhir saya di PSIS,'' ungkapnya.

Bisa jadi gol tersebut menjadi kebangkitan Purwanto di KLI X. Insting gol yang telah lama hilang, kembali menghinggapi dirinya.

Tentu saja hal itu akan dipertahankannya hingga akhir kompetisi. Karena itu, di tiga sisa pertandingan terakhir, dia ingin kembali memperlihatkan tajinya, dengan harapan manajemen tim akan mempertahankan dirinya tahun depan.

Dia mengaku sudah telanjur cocok dengan PSIS. Bahkan, Purwanto bertekad mengakhiri kariernya di Semarang. ''Saya berharap masih bisa membela tim ini tahun depan. Karena itu, gol ini sangat penting bagi saya agar bisa bertahan di sini,'' katanya. (Budi Winarto-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA