logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Nopember 2004 OLAHRAGA
Line

Lemah, Pergerakan Striker di Kotak Penalti

SEMARANG- Kemenangan 1-0 atas PSPS Pekanbaru, Sabtu (20/11) lalu, menjadi modal yang berarti bagi PSIS untuk menjalani tiga pertandingan tandang terakhir.

Pada pertandingan-pertandingan tersebut mereka ingin mencuri poin, untuk tetap bisa bersaing di papan atas. Saat ini, posisi tim kebanggaan orang Semarang itu sudah aman dari jurang degradasi.

Harus diakui, lawan-lawan yang bakal dihadapi bukan tim yang mudah dikalahkan. Mereka adalah

Persib Bandung (27/11), Persikota Tangerang (1/12), dan PSS Sleman (5/12).

Mereka juga butuh poin untuk memperbaiki posisinya. Karena itu, Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan tetap harus berjuang keras pada pertandingan itu. Pelatih Herry Kiswanto pun akan segera memperbaiki kelemahan dan kekurangan yang masih terlihat saat lawan PSPS.

''Masih banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Karena itu, persiapan tiga hari menjelang pertandingan away nanti akan kami maksimalkan,'' katanya.

Menurutnya, kelemahan yang paling mencolok saat lawan PSPS lalu adalah lini depan. Pergerakan para striker PSIS di kotak penalti dinilainya masih lemah.

Diperbaiki

Penempatan posisi mereka sering kurang tepat. Selain itu finishing touch-nya juga lemah. Akibatnya, beberapa peluang emas yang dimiliki mereka gagal dimanfaatkan menjadi gol. Kelemahan itulah yang akan diperbaiki untuk mempersiapkan diri menghadapi tiga pertandingan tandang nanti.

''Penempatan posisi striker banyak yang belum tepat. Itu harus diperbaiki agar di pertandingan nanti, mereka bisa lebih maksimal,'' ungkapnya.

Herry berjanji menyiapkan komposisi dan formasi tim yang tepat. Tentu saja, komposisi pemain dan formasi tim tersebut berbeda dengan saat pertandingan kandang. Namun, dia masih enggan mengungkapkan susunan personel yang akan dimainkan.

Melihat pertandingan tandang yang dilakukan PSIS beberapa waktu lalu, permainan Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan cenderung lebih banyak bertahan. Namun, bukan berarti tanpa menekan pertahanan lawan.

Serangan balik tetap menjadi senjata utama PSIS untuk mendobrak pertahanan lawan. Permainan seperti itu sudah membuahkan hasil saat menghadapi PSM Makasar dan Persipura di kandang lawan.

''Tentu saja, permainan di kandang dengan di tandang akan beda. Waktu tiga hari ini akan kami gunakan untuk menyiapkan komposisi dan formasi tim yang tepat untuk partai tandang,'' ujar mantan kapten tim nasional ini. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA