| Senin, 22 Nopember 2004 | OLAHRAGA |
Tenis Piala MasterFederer Menangi Marathon Tie-breakHOUSTON - Petenis nomor satu dunia Roger Federer menyingkirkan Marat Safin dalam sebuah pertandingan yang diwarnai tie-break terpanjang dalam sejarah tenis pada Sabtu (Minggu dinihari) untuk melaju ke final menghadapi Lleyton Hewitt pada Piala Masters. Juara bertahan Federer menghentikan peringkat keempat asal Rusia dalam enam kali set point pada set pertama tetapi membutuhkan delapan match point untuk lolos dari ketegangan yang makin meningkat dalam kemenangan 6-3, 7-6 (20/18) di semi-final. "Tie-break sangat spesial," kata Federer. "Saya belum pernah memainkan sebuah tie-break seperti ini. Ini benar-benar mengasyikkan, semua poin hebat, match point, set point, dan level pertandingan juga tinggi." "Kami saling menekan hingga batas kemampuan masing-masing." Peringkat tiga Hewitt melaju mulus tanpa sama sekali drama saat petenis Australia itu menuai 20 poin beruntun di akhir pertandingan dalam kemenangan telak 6-3, 6-2 atas peringkat ketiga Andy Roddick asal AS. Hewitt bisa meraih gelar Piala Masters ketiganya dalam empat tahun di final Minggu. "Saya bergerak luar biasa bagus, mampu mendikte permainan. Saya melihat bola dengan sangat baik," kata Hewitt. "Itu membantu jika Anda berada di zona seperti itu." Tiga kali juara Grand Slam, Federer memenangi 16 pertandingan beruntun dan 22 kali beruntun atas rival pada peringkat 10 besar dunia, saat bintang Swiss berusia 23 tahun itu mengatasi kebangkitan Safin dalam satu jam 47 menit. "Saya bahagia bahwa saya mempertahankan permainan dan mengakhiri tie-break dengan baik. Ada begitu banyak pukulan jatuh di garis," kata Federer. "Saya melakiukan banyak penyelamatan. Membuatnya berbeda." Rekor Sejak 1970 Skor 20-18 adalah rekor bagi tie-break sejak diadopsi pada 1970 dan baru diresmikan pada 1973 di Wimbledon ketika petenis Swedia Bjorn Borg mengalahkan Premjit Lall asal India 6-3, 6-4, 9-8(20-18) pada pertandingan putaran perta-ma. Itu juga menyamai skor kemenangan 6-4, 7-6(7-5), 7-6(20-18) petenis Kroasia Goran Ivanisevic atas Daniel Nestor asal Kanada dalam putaran pertama AS Terbuka 1993. Momentum saling berbalik selama tie-break, yang menghabiskan waktu 26 menit dan 38 detik hingga Safin melakukan gagal servis kedua kalinya dan kemudian bola pukulan forehand jatuh di luar garis mengakhiri pertandingan. "Saya tegang. Saya dalam tekanan. Setiap orang memiliki momen-momen itu," kata Safin. Safin, yang kalah dari Federer untuk keenam kalinya dalam tujuh pertemuan, yakin akan membawa momentum menuju kemenangan jika dia memenangi tie-break dan memaksa set ketiga. "Saya melakukan kesalahan, tetapi setidaknya saya telah berusaha," katanya. "Saya menikmati itu sebab saya tahu jika saya menang tie-break saya memiliki peluang besar untuk menang set ketiga." kedua finalis bertemu 14 kali sebelum pertandingan Minggu, tetapi Federer menang lima kali dari lima pertemuan melawan petenis Australia itu tahun ini dengan menyingkirkannya di babak keempat Australia Terbuka, perempatfinal Wimbledon dan final AS Terbuka dalam perjalanan meraih tiga gelar Grand Slam. "Pertandingan nanti tidak akan mudah. Roger bermain luar biasa bagus," kata Hewitt. "Melawan pemain terbaik di dunia, terutama Roger, Anda harus mampu mengatasinya pada saat yang tepat. Saya tidak bisa melakukan itu sepanjang tahun ini." katanya. Federer, yang mengincar gelarnya ke-11 tahun ini, mengalahkan Hewitt 6-3, 6-4 pada putaran pendahuluan setengah kompetisi pada Rabu dan mencatat Hewitt makin meningkat saat menggulung Roddick. (ant-57) |