| Senin, 22 Nopember 2004 | OLAHRAGA |
Offroader Jateng Berpeluang Lolos ke Babak Utama DCIGUNUNGKIDUL -Para Offroder Jawa Tengah, khususnya Semarang, berpeluang maju ke babak main event atau babak utama yang akan berlangsung di Pekanbaru, Riau menuju Padang, Sumatera Barat, 11 - 19 Desember 2004 mendatang. Peluang itu terbuka setelah babak eliminasi berakhirnya Diplomat Challenge of Indonesia (DCI) 2004 di Sirkuit Putat, Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (21/11) kemarin. Pada babak eliminasi kemarin, offroader dari Jateng menempati posisi terbaik pertama, kedua dan kelima. Berturut-turut atas nama Handy K/The Bud dari Tim Strongpass Wonogiri dengan waktu tercepat 291.37. Maryanto/Agus dari Tugu Muda 4 X 4 Semarang, total waktu tempuh 294.74. Tri Suparyanto/Joko dari Oto Speed Offroad Tim Semarang dengan waktu tercepat 319.65. Kendati prestasi yang diraih offroader Wonogiri dan Semarang ini cukup menggembirakan tetapi belum memastikan mereka untuk lolos ke babak utama yang akan digelar bulan depan. Untuk bisa lolos masih harus bersaing dengan 44 offroader lainnya di babak ekshibisi. Kalaupun mampu melewati babak ekshibisi, untuk dapat ambil bagian pada kejuaraan internasional di Sumatera itu mereka tetap diharuskan mendaftar dengan seleksi yang ketat. Babak ekshibisi itu sendiri, hingga semalam masih berlangsung. Berguguran Pada babak eliminasi diikuti 62 offroader yang datang dari berbagai daerah khususnya Jateng dan Yogyakarta. Dari jumlah itu yang berhasil masuk babak ekshibisi hanya 47 peserta, sedang yang lain berguguran karena mobilnya terguling atau macet tidak bisa melanjutkan perjalanan. Para Offroader diwajibkan melewati 4 SCS (special competition stage). Dari 4 rintangan itu, peserta paling sulit dan berat melewati SCS 3 dan SCS 4. Di SCS 3, peserta harus melewati jalan berlumpur sedalam setengah meter dan licin. Sedangkan di SCS 4 peserta harus menyusuri sungai bebatuan dan harus melalui bukit terjal. Di dua SCS itu, kebanyakan para offroader tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya sehingga banyak yang terguling atau macet. Dari 62 peserta yang gagal atau bisa melanjutkan ada 15 peserta, karena mobil mereka terbalik atau terjerembab dalam kubangan air berlumpur. Upaya keras offroader lolos dari kubangan lumpur atau terjalnya jalan yang harus dilalui, membuat ribuan penonton yang menyakasikan jalannya pertandingan di sepanjang lintasan tegang. Meski kadang-kadang penonton bersorak atau tepuk-tangan, setelah jagonya berhasil lolos dari rintangan. Ketrampilan serta ketangguhan offroader dalam lomba ini, betul-betul diuji. Karena pada babak eliminasi DCI 2004 ini, peserta sama sekali tidak boleh menggunakan alat bantu apapun. Misalnya, tali, dongkrak dan lain sebagainya untuk mengembalikan posisi kendaraan. Yang jelas lomba ini, betul-betul menjadi hiburan tersendiri bagi warga Gunungkidul yang menyaksikan jalannya pertandingan hingga malam. (sgt-57) |