logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 22 Nopember 2004 BANYUMAS
Line

Wisatawan Mengeluh soal Parkir Plencing

  • Parkir Mobil hingga Rp 10.000

PURWOKERTO - Para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Baturraden liburan Lebaran mengeluhkan ongkos parkir yang ditarik tukang parkir yang diduga liar. Para tukang parkir itu menarik ongkos parkir kendaraan roda empat hingga Rp 10.000.

Umumnya kendaraan yang dikenai tarif Rp 10.000 adalah roda empat atau bus yang diparkir di tepi jalan dan halaman hotel di luar koordinasi Paguyuban Masyarakat Pariwisata Baturraden (PMPB). Ketua PMPB Jatmiko, kemarin, mengakui ada tukang parkir liar di luar PMPB yang memanfaatkan kesempatan saat wisatawan di Baturraden membeludak. Pada saat itulah kendaraan roda dua, mobil pribadi, atau bus dan truk kesulitan mencari tempat parkir. Parkir liar itu sering disebut parkir plencing karena setelah menarik jasa parkir, juru parkir kabur.

Agar masalah parkir tertib, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan PMPB untuk mengatur. Berdasar peraturan daerah, parkir roda dua Rp 500, roda empat Rp 2.000, dan roda enam Rp 3.000. Namun pada masa Lebaran dilakukan musyawarah antara Dinas Pariwisata dan PPMB.

Hasilnya, tarif parkir bisa ditambah sekaligus untuk pengaturan. Dalam kesepakatan itu ditetapkan selama Lebaran parkir roda dua Rp 1.000, roda empat Rp 3.000, dan roda enam Rp 5.000.

Namun karena personel PPMB terbatas dan wilayah yang dijangkau luas, akhirnya saat pengunjung membeludak muncul tukang parkir liar. Mereka biasanya beraksi di lahan yang tak terjangkau anggota PPMB, seperti di jalan sebelah barat dan selatan pertigaan ke Ketenger serta di halaman hotel. Tarif yang mereka kenakan pun tinggi, yaitu roda empat Rp 10.000.

''Mereka para tukang parkir plencing. Umumnya anak-anak dari luar Baturraden yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,'' katanya.

Jika ada anggota PPMB menarik tarif parkir di luar ketentuan langsung dikenai sanksi dan tak diperbolehkan lagi menjadi tukang parkir. Dia mengakui karena keterbatasan personel, pengaturan parkir yang ditangani PPMB tidak 100% lancar. ''Karena itu kami mohon maaf pada masyarakat karena masih ada kekurangan. Namun PPMB telah berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin pada pengunjung.''

Tiket Masuk

Wisatawan ke Baturraden selama Lebaran dari Minggu (14/11) hingga Sabtu (20/11) tercacat 123.438 orang. Puncaknya terjadi Rabu (17/11) dengan pengunjung 33.600 orang.

Di tengah ramainya pengunjung ke lokawisata Baturraden, ada beberapa pengunjung mengeluhkan tiket masuk. Tiket itu mereka beli di pintu gerbang Mandala Wisata. Namun ketika hendak masuk ke lokawisata dianggap tak berlaku.

''Semua tiket yang dibeli di pintu gerbang Mandala Wisata untuk masuk ke lokawisata berlaku. Tak benar jika ada yang mengeluh tiket yang dibeli di pintu gerbang Mandala Wisata tak bisa untuk masuk. Harganya juga sama, Rp 3.000/orang,'' kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Lokawisata Baturraden Edy Purwanto, kemarin.

Dia menyatakan yang sering terjadi adalah ketika rombongan membeli tiket di pintu gerbang Mandala Wisata, rombongan 50 orang tetapi membeli 40 tiket. Ketika masuk ke lokawisata, petugas portir pintu masuk meminta mereka membeli kekurangannya. ''Ada juga yang kelebihan tiket. Sesuai dengan aturan, sebenarnya tiket yang sudah dibeli tak bisa dikembalikan. Namun pihak lokawisata toleran, kelebihan bisa dikembalikan, meski tidak utuh 100%."

Dia menuturkan kalau ada tiket tak laku untuk masuk lokawisata diperkirakan tiket masuk ke wana wisata Baturraden dari arah Serang, Purbalingga. ''Kalau tiket masuk dari Serang memang lain, bukan utuk masuk lokawisata. Petugas portir di pintu masuk lokawisata paham betul tiket masuk lokawisata,'' kata Edy.(G23-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA