logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 20 Nopember 2004 PANTURA
Line

Malas ke Terminal

Para Pemudik Berjubel di Wiradesa

KAJEN- Arus balik yang melalui jalur pantura kemarin makin padat. Di beberapa ruas jalan, kendaraan berjalan merayap. Para pemudik dari Kabupaten Pekalongan yang ingin kembali ke Jakarta sore kemarin terlihat menumpuk di terminal bayangan, Wiradesa.

Sejak Kamis sore lalu (18/11), kerumunan pemudik yang ingin kembali ke Jakarta sudah terlihat di sekitar Jalan Gumawang, Wiradesa yang selama ini dikenal sebagai terminal bayangan. Sementara belasan bus jurusan Jakarta berderet parkir di tepi jalan siap membawa para pemudik.

Tumpukan penumpang di terminal bayangan kembali terlihat Jumat sore lalu, bahkan terlihat lebih banyak dari sehari sebelumnya. Deretan bus yang menunggu penumpang juga terlihat memanjang sehingga menyebabkan kendaraan yang ingin melalui jalur tersebut menuju Kajen atau dari Kajen ke Pekalongan harus merayap pelan.

Para pemudik kepada wartawan mengaku terpaksa menunggu bus di terminal bayangan karena Terminal Pekalongan terlalu jauh, yaitu hampir 10 km. "Jarak ke Terminal Pekalongan jauh, bisa sampai 10 km," ujar Nurmukti (35), warga Kajen yang mengaku membawa dua adiknya ke Jakarta.

Bapak beranak dua yang bekerja di sebuah perusahaan kontraktor itu mengaku sudah dua tahun kerja di Jakarta dan selalu menunggu bus di terminal bayangan. "Tujuan saya ke barat, jadi kalau harus ke Terminal Pekalongan yang arahnya 10 km ke timur saya harus bolak-balik," tandasnya.

Sementara itu beberapa pemilik toko dan pengguna jalan mengaku terganggu dengan kerumunan penumpang di Jalan Raya Gumawang, Wiradesa. "Wah kalau ramai dan padat seperti ini, warga sekitar bisa tergganggu," ujar Ahmad (45), warga Wiradesa.

Dia mengharapkan petugas segera mencari solusi agar terminal bayangan Wiradesa bisa ditertibkan atau dicarikan tempat yang lebih strategis supaya tidak mengganggu warga lain. "Jika terminal bayangan tidak ditertibkan justru bisa memunculkan pusat kemacetan baru," tandasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan Drs Mujiyanto ketika dimintai konfirmasi menyatakan akan memperhatikan masukan dari masyarakat. "Saat ini kami tengah konsentrasi mengamankan arus balik mudik di pantura," tandasnya.

Muji berjanji akan mengirimkan petugas untuk menertibkan terminal bayangan di Wiradesa agar tidak mengganggu warga sekitar. Sebab jika di sana muncul kemacetan, kata dia, pada akhirnya juga akan mengganggu jalur pantura.

Status Terminal

Dinas Perhubungan, kata dia, akan mengusulkan kemungkinan peningkatan status Terminal Kajen menjadi kelas A, agar masyarakat Kabupaten Pekalongan khususnya dari daerah atas tidak lagi menunggu bus di Wiradesa atau di Terminal Pekalongan.

Sementara itu, hingga kemarin sore arus balik yang melalui jalur pantura semakin padat. Diperkirakan volume kendaraan terus meningkat pada malam hari. Untuk mengantisipasi kemacetan, khususnya di jalur sempit Comal-Pemalang, Polres Pekalongan kembali mengalihkan kendaran pribadi ke jalur alternatif melalui pertigaan Pait Siwalan.(G16-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA