| Sabtu, 20 Nopember 2004 | PANTURA |
Hujan Lebat Perlancar ArusBATANG - Hujan lebat yang turun Kamis malam lalu memperlancar arus balik di jalur pantura Alas Roban. Lebih-lebih di dalam kota karena malam itu bertepatan dengan acara tradisional Malam Jumat Kliwon di alun-alun. Semula, sore hari arus dari timur mulai menumpuk saat memasuki dalam kota mulai dari Jembatan Sambong. Sementara itu, di alun-alun ratusan warga hilir mudik menyeberang ke jalan berbelanja di pasar malam kliwonan. "Untuk arus balik ini menerapkan pola 5:1 (sol:do), yaitu lima menit untuk mengalirkan arus kendaraan pemudik yang balik ke Jakarta dan satu menit memberikan kesempatan penyeberang," papar Kapolres AKBP Drs Edy S Setjo MM saat ditemui di sela-sela memimpin langsung pengaturan arus di depan alun-alun. Padahal, dalam kondisi cuaca cerah arena pasar malam kliwonan itu akan berlangsung hingga pukul 23.00. Arus pun biasanya akan padat merayap karena kendaraan baik yang datang dari timur maupun barat mengalir pelan-pelan untuk memberi kesempatan penyeberang jalan. Berdasarkan pantauan di ruas jalan raya Alas Roban di Adinusa, Jumat kemarin sejak pukul 08.00 tercatat setiap jam ada 400-500 mobil pribadi yang melaju dari timur ke barat. Hampir sebagian besar mobil itu berpelat nomor polisi Polda Metro Jaya. Selain itu, juga ratusan motor terus mengalir. Ada yang bergerombol dalam bentuk konvoi ada pula yang tergabung secara kebetulan di lampu merah. Sekali melintas ada 30-an motor. "Sejak Kamis malam sudah mulai ada peningkatan, khususnya mobil pribadi. Namun sesuai dengan perkiraan, peningkatan arus balik akan mencapai puncaknya mulai Jumat dan Sabtu," kata Kapolres. Menurut keterangan dia, berbagai upaya pelayanan dan terobosan dilakukan agar pemudik dapat lancar dalam perjalanan pulang. Pada beberapa titik rawan ataupun persimpangan ditempatkan polisi untuk menjaga agar tidak terjadi penumpukan arus. Beberapa pemudik yang ditemui kemarin menuturkan, mereka mengambil hari Jumat untuk balik karena tidak ingin terjebak kemacetan. "Kami balik ke Bandung lebih awal agar lancar. Karena pengalaman waktu mudik, di Pemalang macet total sampai empat jam," ujar Djoko Surjono saat akan pulang ke Perumahan Margahayu Raya Bandung setelah mudik di kampung halamannya, Maron, Temanggung. (ar-15j) |