logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 20 Nopember 2004 PANTURA
Line

Pohon dan Tiang Listrik Roboh Diamuk Lisus

PEMALANG - Angin lisus yang bertiup di daerah Gegerpetir, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang, Kamis (18/11) petang lalu merobohkan beberapa pohon jati serta sembilan tiang listrik PLN. Akibatnya, listrik padam di tujuh kecamatan di Pemalang dan satu kecamatan di Slawi.

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Namun karena robohnya tiang listrik dan pepohonan menutupi jalan raya, arus kendaraan Pemalang-Randudongkal pun macet total selama dua jam. Setelah pohon dan tiang listrik disingkirkan, arus kendaraan kembali normal.

Hingga kemarin di pinggir hutan masih berserakan batang pohon bekas dipotong-potong. Adapun sembilan tiang listrik beton yang pecah dan kabel yang berserakan belum diganti. Sebab PLN sedang menunggu tiang listrik pengganti dari Semarang.

Kepala Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) PLN Pemalang Untung Susanto mengatakan, pihaknya telah turun mengatasi musibah tersebut. Di antaranya menyingkirkan tiang listrik yang menghalangi jalan, termasuk memotong-motong pohon yang tumbang.

"Kami seketika itu langsung mengerahkan tenaga untuk menyingkirkan tiang listrik agar tidak menutupi jalan. Penanganan pertama itu penting agar jalan kembali lancar," katanya kemarin.

Sementara itu, mengenai padamnya listrik, pihak PLN semaksimal mungkin akan berupaya memperbaiki. Diperkirakan, Minggu (28/11) besok listrik sudah bisa menyala kembali. Hingga kemarin pihak PLN sudah bekerja menggali lubang untuk menanam tiang listrik baru. Tujuannya, ketika tiang datang langsung bisa dipasang. Mengingat, terdapat sekitar 45 ribu pelanggan listrik di delapan kecamatan itu.

Hingga kemarin tiang listrik yang di pesan dari Semarang belum datang. Menurut Untung, kendaraan pengangkut tiang listrik baru bisa meluncur ke Pemalang petang kemarin karena sopir kendaraan masih mudik di kampungnya. Selain itu, arus jalur pantura yang padat juga menjadi hambatan pengangkutan tiang listrik tersebut.

Kejadian robohnya sejumlah tiang listrik akibat angin lisus di daerah hutan antara Bantarbolang-Randudongkal bukan baru kali ini terjadi. Sebab hampir setiap tahun peristiwa itu berulang. Tahun lalu kejadian tersebut terjadi pada Ramadan. Penyebabnya, tiang listrik berada di daerah hutan. Apabila angin lisus bertiup dan menumbangkan pohon jati, dampaknya akan menimpa kabel listrik PLN.

Hingga kini, tutur Untung, belum ada pelanggan yang komplain mengenai pemadaman listrik tersebut. Sebab banyak pelanggan sudah memahami apa yang terjadi. Mereka pun umumnya mengganti penerangan rumah dengan lampu minyak. Akibat kejadian itu PLN menderita kerugian sekitar Rp 100 juta.(sf-15i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA