logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 20 Nopember 2004 PANTURA
Line

Penyakit Kulit Aneh Serang Cahyono, Tubuhnya Bersisik seperti Ular

MASYARAKAT Kecamatan Blado, Batang, khususnya yang tinggal di Dusun Pagergunung, Desa Selopajang Barat, dihebohkan oleh isu manusia bersisik ular. Isu itu muncul sehubungan dengan penyakit yang menyerang Cahyono (70).

Dia menuturkan, kulit sekujur tubuhnya gatal-gatal. Lalu, setelah mengering, timbul seperti sisik ular.

Dia mengaku belum mengetahui jenis penyakit kulit apa yang dia derita. Namun karena keanehan itu, kini dia menjadi perbincangan warga di wilayah Kabupaten Batang selatan.

"Saya bingung penyakit apa ini. Aneh sekali. Hingga sekarang saya masih bingung cara mengobatinya," ujar Cahyono saat ditemui di rumahnya, yang terletak di pelosok perbukitan.

Dia menceritakan, sekitar Oktober lalu dia mencari rumput untuk makanan kambing di sekitar kebun (tegalan) yang berjarak kurang lebih 1 km dari rumahnya. Pada waktu akan menyabitl rumput, dia menyingkirkan pelepah (blukang) daun kolang-kaling.

"Saat akan membabat rumput, saya menyingkirkan blukang agar mudah menyabitnya," tuturnya.

Setelah selesai merumput dia langsung pulang ke rumahnya. Selanjutnya sebagian rumput diberikan pada kambingnya.

Selang beberapa hari kemudian, dia merasakan badannya tidak enak (meriang). Namun dia menganggap itu sakit biasa akibat capai bekerja.

Sekitar dua minggu setelah dia merumput, pada malam hari Cahyono bermimpi didatangi seseorang. Dalam mimpinya itu, dia diberi tahu bahwa pelepah yang dipindahkan saat merumput itu sebenarnya seekor ular yang sedang bertapa.

Pagi harinya, setelah terbangun dari mimpi, seluruh tubuhnya terasa gatal-gatal. Selain itu juga muncul bintik-bintik kecil, tetapi bila pecah tidak berair.

"Anehnya, gatal-gatal itu merambat ke sekujur tubuh. Bahkan yang saya herankan, kulitnya ikut mengelupas seperti sisik kulit ular," ujar Imam Masjid Al Kautsar itu.

Melihat keadaan ini, pihak keluarga membawa Cahyono berobat ke dokter di Kecamatan Bandar. Namun dia tak kunjung sembuh.

"Tidak hanya satu dokter, kami juga membawa Pakde Cahyono ke doter lain, baik di Blado maupun Bandar. Namun, mereka angkat tangan semua," ujar Dasim, keponakan Cahyono.

Akibat kondisinya yang semakin parah, tugas selaku imam masjid kemudian diserahkan kepada adiknya, Marsum (bapaknya Dasim).

Karena ketiga dokter tidak satu pun yang sanggup mengobati penyakit kulit yang menyerang Cahyono, keluarga akhirnya mendatangi beberapa orang pintar di Batang. "Bahkan dokter yang menyarankan agar Pakde Cahyono dibawa ke orang pintar. Sebab penyakit itu tidak wajar," ujar Dasim didampingi Tarmi, tetangga Cahyono.

"Sudah sekitar 20 orang pintar kami datangi, mulai di Bawang, Bandar, sampai Sukorejo. Namun penyakit Pakde tetap belum sembuh, tetap gatal-gatal sampai kulitnya mengelupas seperti sisik ular," jelas Dasim. Dia menambahkan, sebagian besar orang pintar menyatakan, mimpi Cahyono itu ada hubungannya dengan penyakit yang sedang dideritanya. Di antaranya, rumput yang diambil itu sudah terkena upas (air lidah) atau bisa ular waktu ganti kulit.

Pihak keluarga mengaku sudah menghabiskan banyak biaya untuk mengobati Cahyono. Namun hingga kini kondisinya belum menunjukkan perubahan berarti.

Karena itu, pihak keluarga mengharapkan adanya pertolongan dari dermawan ataupun Pemerintah untuk penyembuhan Cahyono. "Saya minta tolong, bagaimana caranya agar penyakit ini lekas sembuh. Bisa lewat pak dokter maupun dukun, termasuk juga dari Dinas Kesehatan. Yang jelas, uang untuk mengobati sudah habis," ujar Cahyono. (Arif Suryoto-15i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA