logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 20 Nopember 2004 PANTURA
Line

Cinta Ditolak, Pisau Bertindak

SLAWI- Seorang pemuda asal Desa Tegalwangi Utara, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, tiba-tiba kalap dan menusuk lambung kiri kekasihnya setelah cintanya ditolak. Kasus "tragedi cinta monyet" itu terjadi seusai shalat maghrib di Desa Ketanggungan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.

Pemuda yang kalap dan kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Dukuhturi itu bernama Mohammad Safrudin (20). Dia tercatat sebagai warga RT 17 RW 5 desa tersebut. Muka Safrudin kini bonyok, dari bibir dan pelupuk matanya mengeluarkan darah, setelah massa melihat tindakan pemuda tanggung itu dan menghajarnya.

Kejadian tersebut berawal saat Lebaran hari pertama (minggu 14/11) lalu, sekitar pukul 11.00 siang, tersangka berkunjung ke rumah kekasihnya di Desa Ketanggungan untuk bersilaturahmi.

Kunjungan itu pun disambut ramah Wida Hafiarti (20), sang kekasih. Demikian juga orang tua korban. Mereka bersalaman di hari pertama Lebaran.

Tidak lama kemudian, ketika tersangka berbicara empat mata dengan korban terjadi ketegangan. "Wida menolak saya ajak bersilaturahmi ke orang tua saya," tutur tersangka saat ditemui di sel tahanan Mapolsek Dukuhturi, kemarin.

Menjadi Kalap

Penolakan tersebut awalnya dapat diterima tersangka. Di hari lain, tersangka kemudian mengajak kembali untuk memperkenalkan ke orang tuanya. Namun korban tetap menolak. Setelah ditelusuri, korban ternyata telah menjalin cinta dengan pemuda asal Desa Kupu, Kecamatan Dukuhturi. Atas dasar itulah tersangka kemudian menjadi kalap.

Rabu (17/11) sekitar pukul 18.30, tersangka pergi dari rumahnya naik sepeda. Dia membawa sebilah pisau dapur untuk menemui kekasihnya. Di pintu gerbang rumah kekasihnya, keduanya bertemu.

"Kowen wis ora seneng karo aku ya? (Kamu sudah tidak cinta sama saya ya?-Red)," tanya tersangka. Pertanyaan itu langsung dijawab tidak. Bahkan Wida mengatakan sudah punya kekasih yang baru.

Merasa cintanya ditolak, tersangka menjadi kalap dan langsung menusukkan pisau dapur yang dibawanya dari rumah ke lambung kiri korban. Tusukan dua kali itu langsung membuat korban tersungkur.

Saat korban jatuh sempat berteriak histeris. Teriakan tersebut langsung terdengar tetangga kiri-kanan dan sekelompok pemuda. Tersangka yang lari kemudian diteriaki maling dan copet.

Akibat teriakan itu, puluhan warga Desa Ketanggungan langsung berhamburan keluar rumah mengejar tersangka dan berhasil menangkapnya.

Puluhan bogem dan hantaman benda keras bersarang ke muka tersangka. "Anggota kami yang melihat langsung mengamankan pelaku yang sudah bonyok dihajar massa. Dia untuk sementara kami jerat dengan pasal 351 soal penganiayaan," tutur Kapolsek Dukuhturi AKP Suyitno, kemarin.(D12-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA