| Sabtu, 20 Nopember 2004 | PANTURA |
"Otong bagi Saya Hanyalah Teman"PERISTIWA tawur antarwarga di Desa Wanatawang, Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes, tidak akan pernah dilupakan oleh Wati (22). Pasalnya, oleh warga dia dianggap sebagai pemicu awal terjadinya peristiwa itu. Tak heran jika gadis yang mengaku bekerja di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga (PRT) ini mengaku terkejut dengan adanya tudingan tersebut. Menurut Wati, peristiwa itu bermula ketika dia berjalan-jalan dengan Sumiyati bertemu Otong, teman lama yang sudah lama tidak ketemu sejak 1994, Selasa malam (16/11) lalu. Kemudian mereka main ke rumah laki-laki yang dikenal sejak kecil itu hingga dini hari. Sekitar pukul 02.00, ketika dirinya diantar pulang oleh Otong tiba-tiba diadang puluhan warga termasuk salah seorang adiknya. Mereka kemudian memukuli Otong tanpa alasan yang jelas. Melihat kejadian itu, Wati mengaku tidak bisa berbuat banyak. Yang bisa dilakukannya hanyalah berteriak agar mereka tidak melakukan pemukulan. Meski dipukuli beramai-ramai Otong berhasil melarikan diri. "Yang saya tahu akibat dipukuli beramai-ramai dia tidak mengalami luka serius,'' katanya. Selanjutnya aksi tawuran mulai pecah hingga antarwarga saling geruduk. Akibatnya sebelas rumah rusak dan satu mushala rusak ringan. Hanya Teman Saat kejadian aksi tawuran berlangsung, Wati hanya bersembunyi di rumah. Dia tidak menyangka akibat pertemuan dengan kawan lama berakibat fatal. Sebagian warga pun beranggapan masalah itu muncul karena masalah perempuan. Ketika ditanya tentang apakah ada hubungan khusus dengan Otong ? Gadis yang tidak tamat sekolah dasar itu menuturkan, Otong bagi dia hanyalah teman bukan pacar. Dengan adanya peristiwa itu, Wati mengaku sangat terpukul. " Yang jelas peristiwa ini menjadi pelajaran yang sangat berharga dan tidak akan pernah lupa dari kehidupan saya,'' tuturnya.(Wawan Hudiyanto-14) |