logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 20 Nopember 2004 MURIA
Line

Terlibat Penganiayaan Lima Pemuda Ditangkap

  • Terkait Peristiwa di Desa Gedongsari

BLORA - Jajaran Reskrim Polres Blora menyatakan kesal menyusul adanya cerita-cerita yang sengaja diembuskan orang-orang tak bertanggung jawab terkait dengan peristiwa di Desa Gedongsari, Kecamatan Banjarejo, Kamis (11/11) lalu atau tiga hari menjelang Lebaran.

''Memang benar waktu itu ada tindak penganiayaan di Desa Gedongsari, Kecamatan Banjarejo yang melibatkan beberapa pemuda. Hanya sangat tidak benar jika dikatakan bahwa dalam penganiaayaan itu salah satu tersangka memakai menthik (palu kecil-Red) atau peralatan lain. Termasuk juga tidak benar jika korban dikabarkan meninggal. Saat ini korban masih dirawat di sebuah rumah sakit di Semarang dan kabar terakhir kesehatannya semakin membaik,'' papar salah seorang anggota Rekrim Polres Blora kepada Suara Merdeka, kemarin.

Kasatreskrim Polres Blora AKP Johan Setiajid SH ketika dimintai konfirmasi membenarkan, pihaknya juga mendengar kabar tidak benar yang arahnya menjurus ke provokasi terkait peristiwa di Desa Gedongsari tersebut. ''Ya, memang kabar di luaran katanya dalam penganiayaan itu tersangka memakai menthik atau sejenis palu kecil. Padahal itu sama sekali tidak benar. Kalau tidak percaya silakan tanya langsung kepada para tersangka yang saat ini kami tahan,'' ungkapnya, kemarin.

Saat ini beredar kabar bahwa korban meninggal, tutur Johan. Tentang kabar korban meninggal, memang sudah diembuskan sejak terjadinya peristiwa. ''Siapa bilang korban meninggal. Kalau dikabarkan meninggal memang sejak beberapa hari lalu. Hanya , semua itu juga tidak benar,'' tandasnya.

Tersangka

Penyidik kasus tersebut, kemarin mengemukakan, saat ini lima pemuda yang diduga terkait dengan kasus penganiayaan di Desa Gedongsari masih ditahan di Polres Blora berikut empat motor juga disita untuk barang bukti.

Kelima pemuda itu adalah Supandi, Karjono, Mustofa, Arif, dan Jurianto. ''Satu lagi, Jumari, masih belum tertangkap. Saat ini semua masih dalam pemeriksaan intensif,'' ungkapnya.

Mengenai kronologi peristiwanya, dia menyebutkan, berawal pada Kamis (11/11) sekitar pukul 23.00, seseorang bernama Teguh mengendarai Honda CB dengan memboncengkan dua temannya. Salah satunya bernama Sulaiman, warga Dukuh Badong, Desa Gedongsari, Kecamatan Banjarejo.

Waktu itu Teguh bersama dua rekan yang diboncengkan dalam perjalan dari Blora menuju ke Gedongsari. Saat melintas di depan gudang milik salah seorang pengusaha Desa Kamolan, Teguh mem-bleyer kendaraannya dan kebetulan waktu itu ada sejumlah pemuda yang tengah duduk-duduk di depan gudang. Mereka antara lain Jurianto, Karjono, Arif, Hadi, Supadi, dan Mustofa.

Diduga terkait dibleyer-nya motor, sekelompok pemuda yang tengah duduk-duduk tersinggung.

Hingga akhirnya terjadi kejar-kejaran antara kelompok Karjono dan Teguh yang sedang memboncengkan dua rekannya. Di perbatasan antara Desa Kamolan dan Desa Badong, kelompok Karjono dapat mendekati kendaran Teguh. Salah seorang dari kelompok itu bahkan menempeleng Sualiman yang diboncengkan Teguh, sebanyak enam kali. (ud-34j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA