| Sabtu, 20 Nopember 2004 | KEDU & DIY |
Imbauan Doa Bersama TerlupakanMAGELANG- Imbauan Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Drs Sudaryanto, untuk melakukan doa bersama sebelum bus diberangkatkan, dilalaikan oleh awak bus. Berdasarkan pemantauan di terminal Soekarno-Hatta kemarin, para awak bus jurusan beberapa kota besar langsung memberangkatkan bus tanpa memimpin doa bersama terlebih dahulu. Kepala Dinas Perhubungan mengeluarkan imbauan tersebut dengan maksud agar doa lebih terkoordinir sehingga semua awak dan penumpang tidak melupakan. Menurut Sudaryanto, doa bersama akan memantapkan perjalanan jauh yang akan ditempuh. Imbauan doa bersama itu merupakan salah satu langkah dinas terkait dalam menangani arus balik dari Magelang. Selain itu, imbauan lain juga dikeluarkan untuk empat perusahaan otobus (PO) yang ada di Magelang. Keempat PO yakni Santoso, Trisulatama, Handoyo, dan Maju Makmur, diminta oleh dinas untuk menyiapkan masing-masing dua bus di pool-nya. Hal itu berkenaan dengan kemungkinan kurangnya angkutan reguler akibat adanya sejumlah bus yang mendapatkan trayek insidentil untuk mengantar penumpang dalam arus mudik. Sementara itu, untuk langkah pengamanan perjalanan, staf Dinas Perhubungan melakukan cek fisik kendaraan ke poolbus. Komponen kendaraan yang diperiksa adalah yang berkenaan dengan perlengkapan keselamatan, misalnya brake, whipper, lampu kabut, dan fasilitas tanggap darurat, pemecah kaca. Mengenai jumlah penumpang yang berangkat dari terminal Kota Magelang, dia mengatakan, pada H+5 kemarin jumlah diperkirakan 24 ribuan. Pengamatan di lapangan menunjukkan, kepadatan penumpang pada setiap bus tidak melebihi kapasitasnya. Beberapa bus reguler jurusan Yogyakarta-Semarang dan Magelang-Wonosobo bahkan masih menyisakan beberapa jok kosong ketika berangkat. Diperkirakan kenaikan 5-10% jumlah bus AKAP terjadi sejak H+1 hingga H+7 Lebaran. Pada hari biasa bus AKAP yang beroperasi di Terminal Soekarno-Hatta Magelang berjumlah 300-350.(tw-92s) |