logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 20 Nopember 2004 KEDU & DIY
Line

Sepi Penumpang, Bus DAMRI Nganggur

  • Pemudik Pilih Naik Motor

PURWOREJO - Masa Lebaran yang diharapkan panen penumpang bagi angkutan umum bus ternyata meleset. Sebagian sopir dan perusahaan bus mengeluh karena sepinya penumpang.

Seorang pengemudi bus asal Magelang yang ditemui di terminal Purworejo, Romadhon (49), menuturkan, pada masa Lebaran tahun ini dia kesulitan mencari penumpang. Dia yang beberapa hari sebelum Lebaran berusaha mencari penumpang di beberapa perusahaan besar Jakarta tidak membuahkan hasil. Melihat sepinya penumpang, hanya satu kali dia memburu calon penumpang di Jakarta.

Hingga kemarin, penumpang yang balik ke Jakarta juga belum begitu banyak. ''Lebaran tahun ini banyak pemudik yang memilih naik motor,'' ujarnya.

Keluhan serupa dilontarkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) DAMRI Purworejo Sugeng Prayitno, Jumat kemarin. Untuk menopang lonjakan arus balik Lebaran tahun ini, dia telah menyiapkan 21 bus milik UPT Purworejo ditambah bantuan 10 bus AC ekonomi dari Surabaya, 10 bus wisata eksekutif, dan 3 bus bantuan UPT DAMRI Bandung. Karena penumpang sepi, sejumlah bus terpaksa menganggur beberapa hari terakhir ini.

Padahal, selama beberapa hari ini 12 bus telah dibawa keliling ke 21 agen penjual karcis yang tersebar di Purworejo, Kutoarjo, Kebumen, Sumpiuh untuk mencari penumpang. Akan tetapi, upaya itu tidak membuahkan hasil maksimal. Terhitung dari H-7 sampai H+3 (Kamis, 18/11) jika dirata-rata 12 bus itu hanya mengangkut 30 penumpang/hari.

Agar biaya operasional dan pendapatan sebanding, idealnya setiap bus harus bisa mengangkut 41 penumpang per hari. Padahal, Lebaran tahun ini dia ditarget pendapatan Rp 426 juta (H-7 sampai H+7). Kendati demikian, Sugeng bersyukur karena sepinya penumpang tertolong adanya carteran sembilan bus untuk mengangkut karyawan PT Nikomas Jakarta yang merupakan warga Purworejo dan sekitarnya.

''Biaya menyiapkan bus untuk angkutan Lebaran relatif tinggi. Jika tidak ada carteran dari PT Nikomas, tidak kembali modal,'' ujarnya.

Sepinya penumpang itu, menurut perkiraan dia, karena banyak pemudik yang memilih mencarter mobil kecil. Sebab, sekarang biaya sewa mobil sekitar Rp 250.000 per hari sampai Rp 600.000 per hari.

''Jika dihitung-hitung, bisa lebih irit dan menambah performance di mata keluarga dan lingkungannya,'' imbuhnya.(yon-92j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA