| Sabtu, 20 Nopember 2004 | EKONOMI |
Bengkel Motor pada Masa LebaranAda yang Menolak Order PerbaikanSEMARANG-Menjelang dan seusai Lebaran order perbaikan dan perawatan motor meningkat tajam. Demikian diungkapkan oleh Sugiarto, penanggung jawab Yamaha Sukses Sejahtera (YSS), kemarin. Kalau pada hari biasa seorang mekanik menyelesaikan perbaikan 5-6 motor sehari, maka pada masa Lebaran dituntut bisa menangani 8-10 motor. ''Meski terjadi peningkatan order perbaikan dan perawatan, kami tidak gegabah menambah tenaga mekanik. Kami berusaha meningkatkan kinerja mekanik sehingga tidak mengecewakan pelanggan,'' jelasnya. Kondisi yang tak jauh berbeda terjadi di bengkel motor Suzuki Jalan Brigjen Sudiarto 136 Semarang. Isma, staf administrasi mengatakan order perawatan dan perbaikan meningkat hingga 100% dua pekan sebelum dan setelah Lebaran. Di bengkelnya, kalau pada hari biasa satu orang mekanik rata-rata menyelesaikan 5-8 motor sehari, maka pada masa Lebaran harus bisa menyelesaikan perbaikan ringan dan perawatan 10-15 motor. Persoalan Kemampuan menyelesaikan order perawatan dan perbaikan dalam satu hari menjadi persoalan bengkel-bengkel motor di Semarang. ''Menjelang dan setelah Lebaran kami sampai menolak order berhubung kemampuan mekanik dalam satu hari hanya 30 motor. Padahal order yang masuk rata-rata mencapai 60 motor,'' ujarnya. Menurut dia, kondisi semacam itu sudah merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahun. Kenaikan order disebabkan banyak pemudik yang menggunakan motor untuk pulang kampung. Sebelum dan sesudah mudik motor yang dipergunakan membutuhkan perawatan dan perbaikan agar enak dikendarai untuk aktivitas sehari-hari. ''Empat hari menjelang Lebaran lalu order servis motor di bengkel kami dalam sehari lebih dari 60, sehingga terpaksa sebagian kami tolak. Selama dua pekan pasca-Lebaran diperkirakan terjadi hal serupa,'' tuturnya. Bambang Wirandono, salah seorang mekanik menyebutkan perbaikan motor yang digunakan untuk mudik tidak begitu rumit. Perlakuan yang biasa diberikan antara lain penggantian oli, servis rutin, serta cek rantai, aki, dan kondisi karburatori. ''Kalau dirawat rutin dan teliti motor tak membutuhkan perlakukan khusus atau biaya mahal,'' katanya di sela-sela memperbaiki motor.(wid-53) |