| Sabtu, 20 Nopember 2004 | EKONOMI |
Penjualan Ponsel Tak Setinggi Tahun LaluSEMARANG-Sebagaimana tahun-tahun lalu, penjualan ponsel pada masa Lebaran selalu meningkat dibandingkan dengan hari biasa. Meski demikian sejumlah gerai seluler mengeluhkan omzet penjualan tahun ini tidak setinggi tahun lalu. Keadaan demikian diperkirakan terjadi akibat kenaikan harga dan kelangkaan beberapa ponsel yang dicari banyak calon pembeli. "Penjualan mulai naik sekitar sepekan sebelum Lebaran. Pembelinya sebagian besar kalangan anak muda dan merek Nokia paling laris" kata Abu dari JBL Seluler. Omzet penjualan di gerai itu pada bulan ini meningkat 25% dibandingkan dengan bulan lalu. Tetapi jika dibandingkan dengan saat yang sama tahun lalu tidak terjadi peningkatan. Sebagaimana Abu, Nina dari Prima Phone dan Damar Gustusanto, Sales Coordinator Anamely, mengemukakan hal senada. Penjualan di gerai seluler Prima Phone bulan ini naik 10%-20% dari bulan sebelumnya dan dibandingkan dengan tahun lalu ada kenaikan sedikit. ''Pembeli di gerai kami berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa sekitar 40%, profesional juga 40%, dan sisanya ibu rumah tangga,'' tutur Nina. Menurut dia, kenaikan harga terjadi pada merek dan seri ponsel yang digemari konsumen. Misalnya Nokia 6600 yang naik Rp 250 ribu dari harga semula Rp 3 juta, Nokia 3660 naik Rp 100 ribu dari Rp 2,150 juta, dan Nokia 2300 naik Rp 100 ribu dari Rp 850 ribu. Ponsel Nokia lainnya yang diminati konsumen adalah seri 7610 seharga Rp 4,850 juta, seri 6600 Rp 3,2 juta, dan seri 9500 Rp 11,950 juta. Ponsel Kamera Merek yang juga laku di pasaran adalah Samsung D 410 seharga Rp 3,750 juta, Sony Ericsson K-700 Rp 3 juta, Samsung E 800 Rp 3,795 juta, dan Sony Ericsson F 700 Rp 5,7 juta. "Ponsel dengan fasilitas kamera banyak dicari dan konsumennya merata dari seluruh lapisan masyarakat," tambah Nina. "Penurunan harga itu disebabkan oleh jumlah inden yang mulai menurun karena pasokan barang lancar dan stok stabil," kata Damar. Sementara itu penjualan kartu seluler cukup tinggi sebagaimana tahun lalu. Gerai-gerai dan pedagang kartu seluler yang berjualan di pinggir jalan mengaku omzetnya lebih tinggi dari biasa. Penjualan yang lebih tinggi dari hari biasa itu antara lain diakibatkan minat mengirim SMS tinggi sebagai pengganti kartu ucapan selamat Lebaran. Dudi, penjual kartu seluler eceran mengatakan kartu isi ulang Simpati dan Mentari paling banyak peminatnya. "Kalau dihitung kenaikan penjualan sampai 100%, terutama kartu seharga Rp 50.000-an" ungkapnya tanpa menyebut berapa kartu yang terjual. (hrn,rei-53) |