| Sabtu, 20 Nopember 2004 | EKONOMI |
Realisasi Pengadaan Beras Telah Mencapai 93%JAKARTA-Realisasi pengadaan beras dalam negeri sampai akhir Oktober lalu telah mencapai 2,05 juta ton setara beras atau sekitar 93% dari prognosa 2,2 juta ton. Demikian dikemukakan oleh Bambang Prasetio, Direktur Operasional Perum Bulog, baru-baru ini. Menurut dia, jumlah itu terdiri atas pengadaan gabah 2,90 juta ton dan beras 168 ribu ton. Pengadaan tersebut dilakukan di Jawa sebanyak 1,44 juta ton dan luar Jawa 607 ribu ton setara beras. ''Divisi Regional Bulog Jatim menempati urutan pertama dengan jumlah pengadaan 622 ribu ton setara beras. Disusul Jateng 440,7 ribu ton, Jabar 352,3 ribu ton, dan DIY 32,5 ribu ton setara beras,'' jelasnya. Pengadaan di luar Jawa, lanjut dia, di antaranya berasal dari Divisi Regional Bulog Sulawesi Selatan 176 ribu ton, Lampung 91 ribu ton, NTB 84,5 ton, Sumatra Selatan 69,5 ribu ton, dan Nanggroe Aceh Darussalam 63,5 ribu ton setara beras. Ia menambahkan stok beras yang dimiliki Bulog pada posisi 1 November 2004 mencapai 1,998 juta ton setara beras. Jumlah itu cukup untuk 10,91 bulan distribusi rutin. ''Stok tersebut tersebar dengan ketahanan stok bervariasi antara 4,40 bulan distribusi di NTT dan 25,31 bulan distribusi di Sulawesi Selatan,'' tuturnya. Untuk pemerataan stok beras, kata dia, akan dilakukan penyebaran sekitar 85,5 ribu ton yang berasal dari Divisi Regional Bulog Jatim 41.450 ton, Sulawesi Selatan 22.950 ton, Jateng 13.600 ton, Sumatra Utara 4.000 ton, dan Sumatra Barat 3.500 ton. ''Dengan stok beras yang tersebar di seluruh Indonesia, kami siap menghadapi Lebaran,'' tegasnya. Hasil pantauan Bulog, ujar dia, menyebutkan harga eceran beras medium rata-rata nasional pada Oktober Rp 2.857,13/Kg. Awal November harga tersebut naik 0,74% menjadi Rp 2.878,25/Kg. Kenaikan harga beras medium, menurut dia, terjadi di Padang, Mataram, Surabaya, Yogyakarta, Jambi, Bandung, dan Pekanbaru. Kenaikan tertinggi terjadi di Padang Pariaman untuk jenis IR-II sebesar 7,32% dari Rp 3.203,13 menjadi Rp 3.437,50/kg. Kenaikan terendah terjadi di Pekanbaru, Riau, untuk jenis mundam sebesar 1,33% dari Rp 3.750 menjadi Rp 3.800/kg. Daerah yang mengalami penurunan harga beras medium adalah Bandar Lampung dan Banjarmasin. Di Jawa, kenaikan harga beras medium tertinggi terjadi di Surabaya untuk jenis IR-64 sebesar 2,2% dari Rp 2.627,25 menjadi Rp 2.685/kg. (tri-53) |