SUARA MERDEKA
 
INDEKS KEDU & DIY Jumat, 19 Nopember 2004

BOROBUDUR- Setelah Lebaran, H + 7, harga jual pasir Merapi akan dinaikkan 25%. Karena itu, harga pasir satu truk tronton yang memuat 25 meter kubik, yang semula Rp 390.000 akan naik menjadi Rp 490.000.

KEBUMEN - Dua pelancong yang hilang ditelan ombak Pantai Petanahan, hingga sore kemarin belum ditemukan. Korban yang digulung ombak itu adalah Iin Suharni (20), warga Kuwarasan Kebumen, serta Herman (23), warga Desa Jejeg Kecamatan Bumijawa Tegal.

TEMANGGUNG - Sejumlah warga di beberapa desa di lereng Gunung Sumbing Kabupaten Temanggung terpaksa berlebaran sambil mencari air bersih. Hal itu dilakukan karena debit air bak penampung yang selama ini diandalkan untuk mencukupi kebutuhan air mereka berkurang.

PURWOREJO-Kecelakaan lalu lintas yang cukup menyita perhatian polisi terjadi di jalan lingkar selatan Purworejo. Peristiwa yang melibatkan Sedan Mistsubishi Lancer B-8689-LK dan Honda GL Pro DA-5069-NQ itu terjadi di dekat patung kuda Kelurahan Borokulon, Banyuurip, Rabu (17/11) pukul 03.45.

MAGELANG-Penjarahan lahan merupakan masalah utama yang terus menerus dihadapi Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara. Sebagian warga yang tinggal berbatasan dengan gunung, memanfaatkan dataran tinggi atau hutan lindung untuk bercocok tanam.

YOGYAKARTA -Suasana liburan Lebaran di Kebun Raya dan Kebun Binatang (KRKB) Gembiraloka Yogyakarta, Kamis (18/11) kemarin betul-betul meriah. Kemeriahan itu makin terasa komplit, ketika ribuan pengunjung dapat menyaksikan secara leluasa penampilan orkes melayu dan kesenian tradisional Jathilan.

BEBERAPA-tahun belakangan ini sebagian pelanggan PDAM Kota Magelang mendapat pasokan air bergiliran, terutama pada musim kemarau. Penyebabnya, pada musim itu debit air turun.

YOGYAKARTA - Angkutan umum ekstra-Lebaran untuk mengangkut arus balik mulai dijalankan H+3. Dua kereta api ekstra-Lebaran yang akan mengangkut penumpang dari Yogyakarta menuju Jakarta, yakni Senja Lebaran dan Eksekutif Lebaran.

WONOSOBO-Dua belas pemuda yang diketahui membawa senjata tajam saat ini ditahan di Polres Wonosobo. Senjata tajam yang mereka bawa diperkirakan akan digunakan untuk tawuran antardesa bertetangga di Kota Wonosobo. Para tersangka terdiri atas 2 pemuda Kelurahan Kejiwan, 8 pemuda Kelurahan Kalianget, dan 2 pemuda Desa Bumirejo Kecamatan Mojotengah.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA