| Jumat, 19 Nopember 2004 | PANTURA |
Hilang dari AyunanBayi Umur Delapan Bulan Ditemukan Tewas di SungaiSLAWI - Sebagian besar warga Dukuh Jatimerta Desa Jatibogor Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal dibuat geram atas kasus tewasnya bayi berumur delapan bulan yang diduga dibunuh seseorang. Pembunuh itu hingga kini belum tertangkap. Mayat bayi tersebut dibuang di Sungai Kemuning dan mulutnya mengeluarkan buih seperti habis menelan racun. Beberapa bagian tubuh dan lehernya membiru. Jajaran Satreskrim Polres yang kemarin melakukan olah kejadian di lokasi bersama ahli forensik menduga bayi itu tewas akibat dibunuh. Menurut Kapolres AKBP Drs Tri Nugroho J Adi SH MSi melalui Kasatreskrim Iptu Syaeful Wahyudi, kejadian tersebut berawal ketika petugas jaga Polsek Suradadi menerima laporan kehilangan bayi berumur delapan bulan bernama Nurlaela. Bayi perempuan anak pasangan Takdi (43) dan Sulati (40) itu diketahui hilang pada Selasa lalu (16/11) sekitar pukul 19.30 saat pasangan suami-istri itu pulang bersilaturahmi ke saudara dan tetangga di desa tersebut. Kejadian itu berawal ketika pasangan suami-istri tersebut pergi bersilaturahmi ke saudaranya mulai pukul 17.00 petang. Anak ketiga yang masih menyusui itu ditunggui Nuridin (17), anak pertamanya. Tertidur Namun, sekitar pukul 19.30 ketika pulang dulu, Takdi tidak menjumpai bayinya yang diletakkan di ayunan dari kain. Nuridin saat ditanya juga mengaku tidak tahu. Dia bahkan menduga bayi tersebut dibawa ibunya. Pukul 20.00 Ny Sulati yang pulang dari silaturahmi ternyata tidak membawa anaknya. Suaminya langsung panik dan menanyakan keberadaan anak nomor tiganya itu. Kejadian tersebut selain dilaporkan ke tetangga juga dilaporkan ke Mapolsek Suradadi. Malam itu puluhan warga bersama sejumlah polisi akhirnya memutuskan untuk mencari bayi tersebut. Beberapa warga yang menyusuri Sungai Kemuning yang tidak banyak airnya kemudian menemukan bayi itu sudah meninggal dan terapung di sungai. Mayat bayi itu kemudian langsung dibawa ke RSU dr Soeselo Slawi untuk dimintakan visum et repertum. (D12-42e) |