| Jumat, 19 Nopember 2004 | KEDU & DIY |
Bersenjata Tajam, 12 Pemuda DitahanWONOSOBO-Dua belas pemuda yang diketahui membawa senjata tajam saat ini ditahan di Polres Wonosobo. Senjata tajam yang mereka bawa diperkirakan akan digunakan untuk tawuran antardesa bertetangga di Kota Wonosobo. Para tersangka terdiri atas 2 pemuda Kelurahan Kejiwan, 8 pemuda Kelurahan Kalianget, dan 2 pemuda Desa Bumirejo Kecamatan Mojotengah. Tersangka pembawa senjata tajam yang ditahan, yakni Wahyu Setyo Budi (22) dan Hartono (19), keduanya asal Kelurahan Kejiwan Wonosobo, Mohamad Tohir (27), Syamsul (35), F Jaelani (33), Mustofani (27), Endi H (22), Mulyono (24), M Rizal Aftoni (19), dan Budi Hermawan (23) asal Kelurahan Kalianget serta Arifanto (20) dan Arif Rahman asal Desa Bumirejo Kecamatan Mojotengah. Belasan senjata tajam yang disita dan dijadikan barang bukti di Polres terdiri atas 5 bilah pedang, 2 sabit, 2 kapak, 2 golok, 1 parang dan 1 celurit. Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP H Sitorus yang dihubungi Suara Merdeka Kamis kemarin mengungkapkan, peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan beberapa peristiwa sebelumnya yang melibatkan pemuda Kelurahan Kejiwan dengan Kelurahan Kalianget. AKP Sitorus menyebutkan, berkat laporan masyarakat dan gerak cepat polisi, para tersangka pembawa senjata tajam bisa ditangkap sebelum terjadi bentrok fisik antarpemuda kampung tersebut. Padahal, mereka saat itu sudah sama-sama siap. Pnjam Motor Menurut Sitorus, beberapa hari sebelumnya, Tugi asal Kalianget yang beristri asal Kejiwan, meminjam sepeda motor temannya asal Kalianget. Karena terlambat mengembalikan sepeda motor, dia terlibat percekcokan. Peristiwa itu pun diperkirakan berbuntut. Selang beberapa hari kemudian, ketika pemuda Musoim asal Kejiwan pulang shalat tarawih, dia dibacok oleh sekelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor. Meski tidak tahu persis yang menyerangnya, korban menduga kelompok pemuda yang membacoknya adalah pemuda Kalianget. Kejadian pembacokan yang mengakibatkan punggung Musoim terluka juga berbuntut. Menjelang Lebaran lalu, rumah keluarga Dono (asal Kalianget) di Kampung Kenteng Kejiwan dirusak oleh sekelompok pemuda yang diduga berasal dari Kejiwan. Akibatnya, kaca-kaca jendela rumah keluarga Dono rusak. Seusai perusakan, puluhan pemuda Kalianget dengan membawa senjata tajam berusaha mendatangi Kampung Kejiwan. Saat itu pun pemuda Kejiwan juga sudah bersiaga. Namun, sebelum mereka bentrok, polisi berhasil menangkap kelompok pemuda yang bertikai tersebut. (P55-76e) |