logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 17 Nopember 2004 MURIA
Line

Diduga Dendam, Anak Tega Bunuh Ayah

PATI - Pembunuhan sadis yang dilakukan seorang anak terhadap ayah kandungnya terjadi Jumat malam (12/11) lalu, kurang lebih pukul 22.30, di Desa Babalan, Kecamatan Gabus, Pati. Diduga keras karena sudah terlalu lama menaruh dendam, Basri (20) sampai hati menghabisi nyawa ayah kandungnya, Brahim (60) menggunakan sebatang linggis sepanjang satu meter.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, akibat beberapa kali pukulan cukup keras yang diarahkan di bagian kepala, korban akhirnya tewas seketika di tempat kejadian dengan menderita luka parah pada bagian kepala dan muka. Untuk menghilangkan jejak, pelaku menyeret mayat ayahnya kemudian memasukkannya ke sumur gowak berkedalaman sekitar dua meter.

Tidak hanya itu, sumur tak berair itu juga ditutup dengan jerami yang sengaja disimpan untuk pakan ternak. Sebatang linggis yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban, oleh pelaku disembunyikan dengan cara memasukkannya ke dalam tumpukan kotoran ternak yang dibuang di belakang rumah.

Kasatreskrim Inspektur Satu (Iptu) Roland Ronaldi ketika ditanya sehubungan dengan hal tersebut membenarkan adanya peristiwa tragis itu. Menurut pengakuan tersangka, katanya lebih lanjut, memang sejak kecil dia menaruh dendam terhadap ayahnya karena merasa diperlakukan tidak adil dan sering kena pukul.

Dari lima bersaudara, pelaku adalah anak bungsu dan satu-satunya lelaki karena empat saudaranya perempuan. Karena semua kakak perempuanya sudah berkeluarga, sehari-hari dia hanya berdua di rumah bersama ayahnya yang bila malam mempunyai kebiasaan tidur di balai bambu di emper depan.

Untuk melampiaskan dendam terhadap ayahnya, sebenarnya banyak kesempatan, tapi niat itu masih dipertimbangkan. ''Namun pada Jumat malam, niat tersebut sudah tak terkendali. Begitu melihat ayahnya tertidur pulas, pelaku mengambil linggis dari dapur dan langsung digunakan untuk menghabisi nyawa korban,'' ujarnya.

Diperiksakan

Masih mengutip pengakuan tersangka, kata Roland Ronaldi, setelah menghilangkan jejak pembunuhan terhadap ayahnya, pelaku kebingungan. Sabtu (13/11), kurang lebih pukul 18.00, dia menemui salah seorang tetangga dan minta agar tidak bilang kepada orang lain bahwa dia telah membunuh ayahnya.

Sekitar setengah jam kemudian, ada tetangga lain yang mengundang korban untuk hajatan. Namun ketika yang bersangkutan dicari, ternyata tidak ada sehingga tetangga yang semula diminta untuk merahasiakan perbuatan tersangka, akhirnya menyampaikan kabar itu apa adanya.

Untuk membuktikan bahwa tersangka memang benar telah membunuh ayahnya, maka seorang perangkat desa pun diberi tahu yang kemudian melapor kepada petugas di Mapolsek Gabus. Agar tersangka yang sudah dua tahun berada di rumah setelah ikut merantau salah seorang kakak perempuannya di Sumatra itu tidak curiga, sengaja ada tetangga lain yang mengundangnya untuk diajak ngobrol.

Satu jam kemudian, tersangka berhasil diamankan. Dari pengakuannya, petugas tidak mengalami kesulitan menemukan mayat korban dan barang bukti sebuah linggis yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.

Berawal dari hasil pemeriksaan tersebut, pihaknya berkesimpulan bahwa kepribadian tersangka memang labil, tapi di satu sisi rasa dendam terhadap ayah kandungnya cukup kuat. Karena itu, meskipun tinggal dalam satu rumah, ayah dan anak itu tak pernah saling menyapa.

Di sisi lain, dalam pemeriksaan terungkap, semula tersangka sudah berhasil menghilangkan jejak, tapi setelah itu justru mengaku terus terang apa yang dilakukannya. ''Karena itu, terlebih dahulu kami akan memeriksakan tersangka ke psikater atau dokter jiwa.''

Setelah mayat korban ditemukan dan dibawa ke puskesmas setempat untuk keperluan pemeriksaan, oleh keluarganya, malam itu juga sekitar pukul 23.00 atau setelah 24 jam dari kejadian, jenazahnya langsung dimakamkan di pekuburan umum desa setempat. (ad-15n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA