logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 17 Nopember 2004 MURIA
Line

Diduga Disambar Petir

Gudang Kapuk Terbakar

PATI - Sebuah pabrik dan gudang kapuk milik Munawar (57), warga Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Pati, Minggu (14/11), kurang lebih pukul 14.30, terbakar. Ratusan bal kapuk yang sudah selesai dipres dan siap dikirim ke luar Jawa, musnah dan menyisakan puing.

Akan tetapi, kata Kamelan (54), salah seorang saksi mata yang juga tetangga pemilik pabrik tersebut, dia sendiri belum mengetahui penyebab kebakaran itu.

Sebab, katanya lebih lanjut, lokasi pabrik berada di pinggir sawah; dan saat kejadian tidak ada kegiatan memproses kapuk, karena para pekerja sedang libur lebaran.

Dengan kata lain, meskipun tidak ada orang bekerja ternyata masih bisa terjadi kebakaran. Hal tersebut baru kali pertama terjadi, karena kebakaran gudang dan pabrik kapuk sebelumnya diketahui penyebab utamanya adalah timbulnya percikan api dari mesin pengepres kapuk.

Dia membenarkan bahwa sebelum terjadi kebakaran memang terdengar bunyi petir cukup keras. Selang beberapa lama, hujan turun, dan dari gudang kapuk bagian belakang sebelah selatan muncul asap tebal disertai kobaran api. Mengetahui hal itu, dia berteriak mengabarkan ada kebakaran.

Dalam waktu sekejap, warga pun berlarian menuju ke pabrik kapuk itu, dan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. ''Namun seluruh gudang yang penuh dengan bal kapuk itu sudah dilalap api, sehingga kami sulit mengatasinya,'' ujarnya.

Memakan Waktu

Oleh karena itu, yang bisa dilakukan warga hanyalah menyelamatkan kapuk odholan dan kapuk bal ''gajah'' yang belum diproses dan diletakkan di gudang sebelah.

Meskipun diguyur hujan dan dibantu mobil pemadam kebakaran, upaya pemadaman api yang sudah sampai di atap bangunan pabrik memakan waktu cukup lama.

Itulah, sulitnya memadamkan kapuk bila sudah terbakar. Akibatnya, sebanyak 750 bal kapuk yang sudah dipres, dan tiap bal mempunyai berat rata-rata 30 kilogram tersebut, tak sedikit pun tersisa.

Di samping itu, juga terdapat 16 bal kapuk pres milik Saman mengalami nasib yang sama. Jika harga jual kapuk tersebut per kilogram saat ini Rp 6.400, maka kerugian yang dialami pemilik pabrik dan gudang kapuk tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Belum lagi jika kerugian itu ditambah dengan nilai bangunan pabrik yang terbakar. Terlepas dari masalah tersebut, faktor penyebab terjadinya kebakaran, menurut beberapa orang yang memahami soal listrik, adalah akibat hubungan arus pendek dari sambaran petir.

Menurut salah seorang yang juga mempunyai usaha kapuk odholan, dugaan seperti itu cukup masuk akal. Sebab di pabrik tersebut terdapat alat pengepres kapuk yang ditarik ke atas dan ke bawah dengan derek, menggunakan rantai.

''Peralatan itulah, yang mungkin terkena sambaran petir, sehingga menimbulkan percikan api,'' katanya.(ad-15a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA