| Rabu, 17 Nopember 2004 | MURIA |
2 Rumah dan 3 Gudang AmbrukPATI - Hujan deras disertai tiupan angin kencang, kurang lebih pukul 15.00 pada hari pertama Lebaran, Minggu (14/11) lalu, menyebabkan dua rumah dan tiga gudang padi, di dua desa bertetangga rata dengan tanah. Yaitu sebuah rumah milik Supardi, warga Desa Boloagung, Kecamatan Kayen, dan sebuah rumah milik Mbok Ngarinah, warga Desa Sundoluhur, juga di kecamatan Kayen. Di Desa Sundoluhur, selain sebuah rumah roboh juga tiga gudang padi milik keluarga Ngadi, yang berlokasi di pinggir sawah, mengalami nasib sama. Akibatnya, pemiliknya menderita kerugian lebih dari Rp 10 juta. Di samping itu, sebuah gudang lainnya dalam keadaan miring setelah disapu angin. Masih di desa yang sama, kata salah seorang warga Sukarto, yang tak lain adalah anggota keluarga Ngadi, puluhan rumah mengalami kerusakan karena atap gentengnya berantakan disapu angin. Di antaranya rumah milik Ngarpani, Supriyo, Suyoto, Suharno, Hj Kasni, Sarwi, Lasiman, Nurjanam, Mulyono, Wardi, Marjono, dan H Gunadi. Akan tetapi warga masih bersyukur, karena musibah tersebut tidak sampai menelan korban jiwa. Sebab, pada saat angin bertiup kencang dari arah timur laut, meskipun di bawah guyuran hujan setelah mengetahui dalam keadaan bahaya, mereka berlarian keluar rumah. Ternyata benar, angin yang bertiup kencang mirip putingbeliung, meskipun sudah melanda desa, masih bertiup ke arah barat daya. ''Akibatnya, desa tetangga yang bersebelahan, yaitu Boloagung, nasibnya tak jauh berbeda,'' ujarnya. Hal itu dibenarkan warga desa tersebut, Supardi, yang rumahnya juga roboh rata dengan tanah. Apalagi, masih kata dia, kebetulan di belakang lokasi rumahnya adalah areal persawahan, yang sama sekali tidak ada pohon pelindungnya. Pohon yang tumbuh di pingir jalan, di sebelah kiri dan kanan rumahnya, seperti pisang, bambu, dan beberapa pohon besar lainnya pun, ada yang tumbang. Khusus rumpun bampu yang banyak ditanam warga, bahkan patah di tengah batangnya.(ad-15a) |