logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 17 Nopember 2004 MURIA
Line

Diterjang Lisus 4 Rumah Roboh

  • Genteng Puluhan Bangunan Berantakan

BLORA - Pada hari Lebaran pertama, warga dua desa di Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora, yakni Desa Balongrejo dan Pengkolrejo, direpotkan oleh hujan yang disertai lisus. Sedikitnya empat rumah di kedua desa itu roboh diterjang angin dan genteng puluhan rumah yang lain beterbangan.

Tidak ada korban jiwa dalam persitiwa itu, tapi kerugian yang diderita warga jutaan rupiah. Belakangan ini warga dihantui akan lisus susulan. ''Udane boten patia deres, nanging angine bantere boten kantenan. Rata-rata omah teng mriki gendhege kocar-kacir (Hujannya tidak begitu deras, tapi anginnya kencang bukan main. Rata-rata rumah di sini gentengnya berantakan-Red),'' ungkap Parto, Warga Desa Pengkol yang diamini oleh beberapa warga yang lain.

Dua rumah warga Desa Pengkol yang roboh yaitu milik Laman dan Surip. Lalu, dua rumah warga Dukuh Kalisari Desa Balongrejo yang roboh yaitu milik Sarjo dan Rakiman. Adapun rumah yang gentengnya berserakan diterpa angin sebagian besar milik warga Pengkolrejo.

Akibat peristiwa itu, pada Lebaran hari kedua, banyak warga Lengkolrejo harus membenahi rumahnya. Warga yang rumahnya roboh dengan dibantu tetangga berusaha untuk mendirikannya kembali.

Mendung Tebal

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, Minggu sore (14/11) lalu sekitar pukul 17.00, pada saat warga tengah merayakan Lebaran, datang mendung tebal. Tidak lama kemudian gerimis.

Beberapa warga menuturkan, gerimis beberapa saat itu disusul hujan dengan buliran air cukup besar. ''Waktu itu seperti hujan es,'' ungkap beberapa warga. Dikatakan, tidak lama kemudian terjadi angin ribut hanya beberapa saat.

Bersamaan dengan itu, genteng rumah milik puluhan warga Pengkolrejo yang terletak di tepi hutan berterbangan. Tidak hanya itu, dua rumah warga roboh diterjang angin.

Kabar ada rumah roboh diterpa angin pada pagi harinya segera tersebar. Bahkan, beberapa warga menginformasikan ada dua rumah warga di Dukuh Kalisari juga roboh. Mereka menuturkan, biasanya pada awal musim hujan memang bertiup angin kencang. Namun, kini hutan habis, sehingga tidak ada lagi penghambat angin.

Petugas Polsek Banjarejo ketika dihubungi mengakui adanya dua rumah roboh di Desa Pengkolrejo. ''Memang benar ada dua rumah roboh dan kerugiannya sekitar Rp 4 juta,'' jelas seorang petugas Polsek Banjarejo itu. Ketika diinformasikan bahwa di Dukuh Kalisari juga ada dua rumah roboh, dia menyatakan akan segera mengeceknya. (ud-15e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA