logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 17 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Semakin Berat

TAK dipungkiri, jalan raya Semarang-Bawen selama ini dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas. Jalan di wilayah di Kabupaten Semarang itu tergolong cukup berbahaya karena menanjak dan menikung.

Beberapa kenyataan tersebut diakui oleh Kasatlantas Polres Semarang AKP Kusnoto. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mengurangi dua masalah lalu lintas itu.

Karena karakter jalan yang berbahaya tersebut, kadang-kadang pengemudi dari luar daerah kesulitan adaptasi. ''Untuk menekan angka kecelakaan, sebelum Lebaran kami memasang 15 baliho berisi anjuran kepada para pengguna jalan,'' kata dia.

Baliho berukuran panjang 1,5 meter dan lebar 75 cm itu dipasang di sekitar daerah rawan macet dan kecelakaan. Anjuran tersebut misalnya ''Rawan Macet Jangan Parkir Sembarangan'' dipasang di dekat pasar. ''Di daerah rawan kecelakaan kami memasang baliho dengan tulisan skotlet agar pada malam hari terbaca jelas oleh pengendara.''

Menjelang arus balik Lebaran beberapa hari mendatang, tugas Satlantas menjadi semakin berat. ''Saya perkirakan puncak arus balik terjadi pada Jumat-Sabtu (19-20/11),'' ujar Kusnoto. Selain memasang rambu dan baliho, pihaknya juga menempatkan beberapa personel di daerah yang dianggap titik rawan kecelakaan, seperti di Kopi Eva Kecamatan Jambu untuk mengawasi pengendara yang melanggar marka jalan.

Marka tersebut perlu diperhatikan karena pelanggaran terhadap garis batas jalan itu cukup potensial menyebabkan kecelakaan. Penekanan terhadap pelanggaran marka tersebut dimaksudkan agar pengguna jalan berhati-hati. ''Kalau ada yang melanggar marka akan diberi pembinaan dan nasehat agar pelaku tidak mengulangi. Bila pengendara ada yang dimintai uang karena melanggar marka, harap laporkan kepada saya. Nama petugas yang memintai uang dicatat,'' tandas dia.

Di tempat yang rawan terjadi kecelakaan itu, dia menempatkan empat personel pengawas yang siap dengan 1 mobil Kijang dan 2 motor Tiger untuk berpatroli. ''Median jalan (pagar pembatas jalan dari pipa-Red) yang melengkung kami las agar rapi dan kuat.'' (Rony Yuwono- 91e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA