| Rabu, 17 Nopember 2004 | SEMARANG |
8 Tower Tegangan Tinggi RobohUNGARAN- Sebanyak delapan unit tower saluran udara tegangan tinggi 150 kv, Senin malam (15/11) roboh diporak-porandakan angin ribut. Tower tersebut berada di daeral Ungaran- Pudakpayung. Dilaporkan, dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa termasuk kerugian material penduduk. Sedikitnya, 50 orang teknisi dari PT PLN (Persero ) P3B, yang dipimpin langsung Manajer Unit Pelayanan Ungaran Ir Jujur Santoso, memperbaiki dan mengamankan lokasi musibah. Perbaikan akan membutuhkan waktu satu bulan. Karena itu, untuk sementara aliran listrik yang melalui Ungaran- Pudakpayung dialihkan ke Pandenlamper Semarang. Meski jaringan tegangan tinggi tersebut roboh, pasokan listrik tidak terganggu. ''Memang akan terjadi pemadam listrik selama 20 menit. Namun hal itu bukan dari tegangan tinggi, melainkan dari saluran 220 volt yang dialirkan ke rumah penduduk'', jelasnya, kemarin. Senin malam lalu sebagian wilayah Semarang dan Ungaran turun hujan cukup deras disertai angin yang cukup kencang. Kecepatan angin pada malam itu diperkirakan berkisar 80-120 km/jam. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, menurut Jujur, beberapa tower di sekitar lokasi kini diberi penguat tambahan dan pengaman.''Lokasi tower juga berada di areal terbuka yang tidak ada permukiman. Jadi tidak ada rumah penduduk yang tertimpa tower'', jelasnya. Humas P3B Region Jateng dan DIY Soelardiyanto SSos mengatakan, pihaknya akan semaksimal mungkin melakukan perbaikan. ''Para teknisi banyak yang tidak dapat merayakan Idul Fitri. Sebab mereka dikerahkan ke lapangan''. Meski tidak terjadi pemadam akibat perbaikan tersebut, pihak PLN tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Musibah Senin malam merupakan bencana yang tak dapat diperkirakan sebelumnya. Sementara acara halalbihalal yang berlangsung di tiga desa, Kawengen, Jatirogo, dan Ngeluweh, Kecamatan Ungaran, Senin malam lalu berubah menjadi malam petaka. Angin yang mendadak bertiup kencang disertai hujan, memorak-porandakan sedikitnya 254 rumah. Tiga bangunan, sebuah rumah dan dua bengkel pandai besi, dilaporkan rata dengan tanah. Dalam musibah tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kerugian akibat angin tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Ariyanto (40) yang rumahnya ikut menjadi rata tanah menuturkan, angin datang sangat mendadak dan bertiup cukup kencang. Saat kejadian itu, dia melukiskan situasinya sangat mencekam. Selain lampu mati, atap genteng dan seng rumah penduduk berterbangan. Mengetahui kejadian tersebut, beberapa penduduk berhamburan ke luar rumah agar tidak tertimpa bangunan. Selasa pagi kemarin, Wakil Ketua DPRD Bambang Kusriyanto, bersama Koordinator Kegiatan Sosial Pokja Wartawan Ungaran, Budi Kinanti meninjau lokasi musibah. Sebagian besar lantai rumah penduduk di tiga desa tersebut, basah akibat hujan pada malam sebelumnya. Kaca jendela sebagian rumah-rumah juga pecah. Bambang Kusriyanto, sebelum meninggalkan desa tersebut memberikan bantuan sejumlah uang kepada beberapa korban yang rumahnya roboh. (C17-73,91i) |