| Rabu, 17 Nopember 2004 | SEMARANG |
Bakesbang Linmas Bentuk Posko BencanaBALAI KOTA- Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakes Banglinmas) Kota Semarang telah mengambil langkah-langkah antisipasi menghadapi bencana pada musim hujan kali ini, baik itu bencana longsor dan banjir. Ymt Badan Bakes Bang Linmas, Drs Farchani Sabtu (6/11) menyatakan, beberapa kecamatan telah diidentifikasi rawan terjadi longsor. Sejumlah kecamatan tersebut adalah Gajahmungkur, Gunungpati, Mijen, Tembalang, Semarang Selatan, Semarang Barat, Candisari,Ngaliyan, Tugu, Banyumanik, dan Pedurungan. ''Sebab-sebab longsor di daerah itu karena lereng tanah yang curam. Bila terkena air menjadi gembur dan lunak sehingga menyebabkan tanah labil dan mudah longsor,'' kata dia. Adapun kemungkinan bencana banjir, terjadi di Kecamatan Semarang Utara, Semarang Barat, Semarang Timur, Semarang Selatan, Tugu, Gajahmungkur, Gayamsari, Pedurungan, Genuk dan sebagian Semarang Tengah. ''Banjir terjadi bila hujan deras berlangsung lama. Apalagi kalau disertai rob dan kiriman air dari Semarang atas akan makin parah,'' tambahnya. Langkah antisipasi tersebut, Bakes Banglinmas telah membuat posko penanggulangan bencana dan pengungsi, baik di tingkat kota, kecamatan dan kelurahan. Selain itu, disiapkan peralatan penanggulangan bencana dan pengungsi. Yakni perahu karet 7 buah, dapur umum 2 buah, gergaji mesin 3 buah, tenda peleton 5 buah. Juga, ambulans 15 buah, alat berat dan truk 7 buah, kendaraan angkut 20 buah, karung plastik 500 buah, alat selam 2 unit, dapur 16 buah, alat pemantau hujan 15 buah, pelampung 15 buah, tali karmantil berukuran 2 x 50 meter, genset 1 unit, kantong mayat 5 buah, dan mesin PK 3 buah. Menurut dia, sesuai ramalan cuaca dari Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang, perkiraan cuaca di Kota Semarang musim hujan terjadi bulan November sampai April tahun 2005. (G17-84) |