| Rabu, 17 Nopember 2004 | SEMARANG |
Lebaran, Polisi ''Panen'' BuronSEMARANG - Momen mudik pada Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan polisi untuk menangkap para buron berbagai kasus kriminal di wilayah Semarang. Pada Lebaran kali ini sedikitnya 5 orang buron yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Polwiltabes semarang berhasil dibekuk. Mereka ditangkap di rumah masing-masing ketika merayakan Lebaran. Buron yang ditangkap antara lain Koeron (25), warga Wringinjajar, Mranggen, otak pengeroyokan yang menewaskan Moelyono (27), yang juga warga Wringinjajar, Mranggen, Demak. Ia ditangkap di rumahnya pada Sabtu malam lalu dan ditembak kakinya oleh petugas karena akan melarikan diri. Pengeroyokan itu berlangsung pada 17 Juni 2001 di daerah Sembungharjo, Genuk. Tiga tersangka lain yang juga pelaku pengeroyokan, Riyanto alias Togog (23), Sudarmono (22), dan Supriyadi (20) alias Domble sudah ditangkap pada pertengahan 2003 lalu. Pembunuhan sadis itu terjadi pada Minggu tengah malam di sebuah arena dangdut dalam rangka hajatan di rumah seorang warga Sembungharjo, Genuk. Entah apa sebabnya, ketika pertunjukan musik dangdut berlangsung, antara salah satu tersangka, Riyanto dan korban Moelyono, tiba-tiba terlibat cekcok. Korban kemudian dikeroyok oleh empat orang dengan menggunakan senjata tajam. Koeron tak menyangka polisi masih ingat peristiwa yang sudah berlangsung hampir empat tahun lalu itu hingga akhirnya ia ditangkap setelah kabur ke Jakarta. Hari Pertama Lebaran Dua tersangka yang juga ditangkap tepat pada hari pertama Idul Fitri adalah Pamudjo (27), warga Tamansari, Mranggen, Demak dan Maryono (23), warga Mranggen yang diduga sebagai pelaku pemerkosaan terhadap Sulestyawati (20), warga Geyer, Purwodadi pada 4 November lalu di Terminal Terboyo. Keduanya juga ditangkap ketika pulang setelah beberapa hari sempat melarikan diri ke Jakarta. Sementara itu, tiga buron pembobol Toko Elektronik Murah Rejeki Mranggen pada 9 November lalu juga dibekuk di rumahnya yang juga berada di wilayah Mranggen. Ketiga tersangka, yakni Indro (23), Wibowo (25), dan Rochil (23) tak berkutik ketika petugas Reserse nyanggong di rumahnya pada malam takbiran. Kapolwiltabes Semarang Kombes Badrodin Haiti mengemukakan, pihaknya memanfaatkan tradisi mudik untuk menangkap pelaku kejahatan yang melarikan diri ke luar kota. (G2-73n) |