logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 17 Nopember 2004 SEMARANG
Line

LP Kedungpane Jadi Taman Ria Dadakan

SEMARANG - Kesan angker sama sekali tidak terlihat pada hari Lebaran di LP Kedungpane Semarang. Bangunan penjara yang terletak di Jl Semarang-Boja tersebut mendadak berubah menjadi 'taman ria'.

Jika pada hari biasa para pengunjung hanya diperbolehkan bertemu sanak saudaranya selama 15 menit, pada Idul Fitri 1425 H ini mereka bisa melampiaskan rasa rindunya lebih lama. Pihak LP memberi kelonggaran waktu bagi para pengunjung dari pukul 08.00 hingga 13.00. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh para kerabat warga binaan.

Mereka rela antre untuk dapat bertemu keluarganya. Kepala Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP) Djoko Rudy S BcIP tidak membatasi jumlah anggota keluarga yang ingin berkunjung.

''Mereka cukup mengisi pada formulir pendaftaran, yaitu nama warga binaan yang akan dijenguk dan nama setiap anggota rombongan yang ikut,'' ujarnya.

Untuk mengamankan situasi selama Lebaran, Kalapas Kedungpane Syamsul Anwar BcIP SSos mengatakan, pihaknya mengerahkan 79 personel, termasuk tambahan dari aparat kepolisian dan koramil.

Rudy menambahkan, lingkungan LP harus sudah clear pada pukul 14.00. ''Warga binaan tetap harus apel seperti biasa pada pukul 13.30,'' ucap dia seraya menambahkan, jumlah pengunjungnya mencapai 1.500 orang.

Sewa Tikar

Warga binaan terlihat ada yang menjajakan minuman ringan atau menjual jasa penyewaan tikar. Anton dan Bayu misalnya, selain menjajakan minuman dingin, juga menjual hasil karyanya berupa kapal-kapalan dari bambu dengan harga Rp 100.000.

''Jangan dilihat harganya, tapi lihat dari perjuangan kami selama 2 bulan untuk membuat 1 kapal,'' ujar Anton, pemuda asal Jakarta itu. Bayu menambahkan, waktu pembuatan kapal itu cukup lama karena ia hanya diperbolehkan menggunakan cutter yang tipis dan kecil.

''Di sini kan tidak boleh membawa benda-benda tajam seperti pisau dan golok. Jadi, kami hanya menggunakan cutter yang kecil dan tipis,'' imbuh dia.

Jarot (27), terpidana seumur hidup dalam perkara pembunuhan di NTT mengatakan, dirinya akan mempergunakan momen Idul Fitri untuk memperbaiki diri. Pria asal Sragen itu mengatakan, sanak keluarganya baru bisa mengunjunginya pada Lebaran kedua.

Jarot yang mengaku ''betah'' tinggal di LP itu mengatakan, semua hal yang menimpa dirinya adalah bagian dari rencana Tuhan.

''Saya pasrah menghadapi semua ini. Lagi pula di sini tidak seburuk yang dibayangkan orang. Saya dapat belajar banyak, terutama kedewasaan,'' ujar pria yang sudah setahun menghuni LP Kedungpane itu.

Pada pagi harinya, Kakanwil Depkeh dan HAM Marsono SH menyempatkan diri shalat id bersama warga binaan dan pegawai LP Kedungpane.

Syamsul Anwar juga membuka open house di kediamannya yang masih sekompleks dengan LP. Ia mengundang para stafnya untuk bersantap bersama secara bergiliran. (nrs-91n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA