logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 17 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Angin Kencang, Pohon dan Baliho Roboh

  • Aliran Listrik di Sejumlah Wilayah Putus

SEMARANG-Hujan deras disertai angin kencang pada Senin (15/11) malam menyebabkan beberapa baliho dan pohon tumbang.

Kejadian pada hari pertama Idul Fitri itu mengakibatkan beberapa tiang jaringan listrik roboh dan aliran listrik ke sejumlah wilayah Semarang sekitarnya padam hingga Selasa (16/11) sore.

Jaringan kabel listrik PLN yang terputus tertimpa baliho antara lain di Jl S Parman, Perumahan Graha Estetika, Jl Ahmad Dahlan (Depan RS Telogorejo), Jl Wahid Hasyim, dan beberapa lokasi lain, termasuk wilayah Purwodadi, Weleri, dan Boja.

Kejadian tersebut juga mengakibatkan listrik di sebagian besar Kota Semarang, Purwodadi, Weleri, Boja dipadamkan. Tiang jaringan listrik yang roboh dan kerusakan trafo tersebut hingga kemarin sore masih dalam perbaikan. Perbaikan diperkirakan paling lambat besok (hari ini-Red) baru selesai.

''Kami terpaksa melakukan pemadaman karena kejadian ini di luar perkiraan. Karena itu, kami memohon maaf kepada masyarakat. Tim kami secepat mungkin akan menyelesaikan pekerjaan di lapangan,'' ujar Manajer PT PLN Persero Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Semarang Ir M Budisusilo didampingi Asisten Manajer Distribusi Edi Djatmiko di lokasi Jl A Dahlan, kemarin.

Budi menambahkan, angin kencang dan hujan deras tersebut juga mengakibatkan trafo I-60 MVA G1 Krapyak atau trafo penyangga utama aliran listrik di Semarang mengalami gangguan dan hingga kemarin belum bisa dioperasikan. Karena itu, beban yang semula dipikul trafo tersebut dilimpahkan ke trafo lain guna menghindari penurunan tegangan. ''Dengan kondisi demikian dimungkinkan tetap terjadi penurunan tegangan,'' ujar dia.

PLN Rugi

Budi memperkirakan, akibat kejadian ini PLN mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta meliputi kerusakan tujuh trafo dan 500 meter kabel jaringan (10 tiang listrik).

Dia mengatakan, kondisi jaringan di Jateng, termasuk wilayah Semarang memang rentan terhadap gangguan bencana alam. Sebab, jaringan kabelnya masih telanjang atau udara. ''Berbeda dari wilayah lain seperti Jakarta yang kabel jaringannya di bawah tanah,'' jelasnya.

Meski begitu, lanjutnya, sebelum Lebaran yang lalu antisipasi sudah dilakukan antara lain dengan menambah 120 trafo di berbagai titik, memelihara jaringan, dan mengerahkan tenaga piket serta mitra kerja PLN.

''Semua karyawan PLN sudah berkomitmen melayani masyarakat 24 jam. Dengan kejadian ini, banyak dari mereka yang terpaksa tidak bisa berlebaran,'' ujar dia. (G2-73e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA