| Rabu, 17 Nopember 2004 | SEMARANG |
Magnet Itu Bernama Tempat Hiburan....SEORANG anak tampak takut-takut mendekati arena permainan typhoon coaster di Taman Ria Wonderia. Meski terlihat cemas, anak itu menurut saja saat sang ayah menarik tangannya untuk ikut mengantre di depan loket mainan. Tiba-tiba seorang petugas memperingatkan bahwa anak itu tidak diperkenankan ikut naik typhoon coaster. ''Maaf, Pak. Arena permainan ini hanya untuk anak berusia 13 tahun ke atas. Anak Bapak masih terlalu kecil untuk ikut permainan ini,''tegas petugas itu. Sejenak kemudian peringatan itu berubah menjadi perdebatan kecil. Sang ayah rupanya tetap ingin anaknya ikut naik mainan mirip jet coaster itu, sementara petugas tetap melarang. ''Kami tidak menjamin jika terjadi sesuatu pada anak Bapak. Sabuk keselamatan kami terlalu longgar untuk ukuran tubuh anak Bapak,''jelasnya. Sejak dibuka Minggu (14/11) lalu, Taman Ria Wonderia diserbu puluhan ribu pengunjung. Selama libur lebaran, rata-rata pengunjung mencapai 17.000-23.000 pengunjung setiap hari. Mereka ingin menikmati 19 jenis permainan baru yang ditawarkan seperti kiddy boat, space gyro, merry go round, super rally, brigade fire, atau typhoon coaster. Puncak pengunjung Wonderia terjadi pada hari Senin (15/11), dimana 20.000 pengunjung berdesak-desakan di seluruh loket permainan. Bahkan 10 loket pintu masuk seolah tak cukup menampung luapan pengunjung. Seorang pengunjung bernama Unji, misalnya, sudah mengantre tiket sejak pukul 08.00. Padahal pintu masuk Wonderia baru dibuka pukul 09.00 dan ditutup pukul 23.00. Setelah mendapat tiket masuk, bapak dua anak itu terpaksa ikut mengantre lagi untuk mendapatkan koin-koin yang digunakan pada setiap arena permainan. ''Ngantrenya lama banget tapi naik mainanannya cuma 5 menit.'' Meski harus berlama-lama mengantre atau berdesak-desakan, pengunjung tetap menikmati acara liburan mereka. Selain Taman Ria Wonderia, tempat hiburan seperti Kebun Binatang Tinjomoyo dan Kampoeng Wisata Taman Lele juga dipadati pengunjung. Hanya saja, jika pengunjung Wonderia mencapai 20.000 orang, pengunjung Tinjomoyo kurang dari 2.000 orang perhari. Menurut Kusyanto, pengelola Kebun Binatang Tinjomoyo, jumlah pengunjung tahun ini turun hingga 50 persen. Jika tahun lalu selama sepekan Tinjomoyo mampu menarik 15.000 wisatawan, tahun ini hanya separuh yang datang ke Kebun Binatang itu. ''Wisata naik gajah dan naik kuda masih menjadi andalan. Tahun ini kami juga menyewa atraksi reog untuk menghibur penonton,''ujar Kusyanto. Di Kampoeng Wisata Taman Lele, gulat buaya dan atraksi tari ular pyton menjadi daya tarik tersendiri. Dengan tiket seharga Rp 5.000/orang, Kampoeng Wisata di ujung barat Kota Semarang itu mampu menarik minat 5.000 pengunjung dalam waktu tiga hari. Selama sepekan lebaran, diperkirakan 10.000 orang bakal berlibur di Kampoeng Wisata itu untuk menikmati aneka satwa dan pemancingan. Tidak Hirau Namun di antara hiruk pikuk dan kegembiraan warga di berbagai tempat hiburan, ada saja yang tidak menghiraukan aturan pihak manajemen. Pengunjung Taman Ria Wonderia, misalnya, ada saja yang tidak memasang sabuk keselamatan. Padahal, mainan itu berjalan naik turun pada ketinggian lebih dari 8 meter dengan kecepatan tinggi. Jika tidak hati-hati, pengunjung dapat terlempar dari typhoon coaster. ''Selama pembukaan sampai sekarang, sudah 300-an pengunjung yang ditolak naik typhoon coaster. Hal itu demi keselamatan pengunjung,''ujar Arnold Diosdad, General Manajer Wonderia. Hal yang sama juga dikeluhkan Kusyanto. Meski berbagai papan larangan sudah dipasang, pengunjung tetap saja memberi makan kepada binatang di Tinjomoyo. Padahal berdekatan dan memberi makan kepada binatang buas sangat berisiko mengundang penyakit. (Ninik D-73) |