logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 17 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Sriwijaya Macet Tiga Jam

SEMARANG - Seperti Lebaran sebelumnya, beberapa jalan protokol di Semarang seperti Jl Pandanaran, Gajah Mada, A Yani, dan Pahlawan terlihat lengang. Namun, untuk jalur luar kota seperti Dr Cipto, MT Haryono, Dr Wahidin, Siliwangi, Jl Perintis Kemerdekaan, Pedurungan, dan Kaligawe, arus lalu lintas sedikit padat. Bahkan, semakin siang semakin ramai.

Kemacetan arus lalu lintas pun terlihat di Jalan Sriwijaya Semarang. Dibukanya Wonderia tepat pada Lebaran pertama membuat arus lalu lintas pagi itu langsung macet dari trafic light Tegalsari hingga Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal.

Selama kurang lebih tiga jam, pukul 10.00-13.00, arus lalu lintas di ruas jalan tersebut tampak tersendat. Kemacetan tersebut disebabkan oleh mobil yang keluar masuk dari Wonderia. Sementara itu lokasi parkir kendaraan roda dua meluber hingga ke Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), halaman Perpusatkaan Daerah (Perpusda), dan pinggir Jalan Sriwijaya. Selain itu, kendaraan angkutan umum juga terlihat sering menurunkan dan menaikkan penumpang di sekitar Wonderia. Kondisi lalu lintas yang macet dan semrawut tersebut semakin terasa sehari setelah Lebaran.

Pasalnya, pengunjung Wonderia semakin banyak sehingga menambah volume kendaraan yang melintasi Jl Sriwijaya.

General Manajer Wonderia Arnold Diosdad mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas Perhubungan, Polwiltabes, dan Brimob untuk mengatasi kemacetan di sepanjang Jl Sriwijaya.

''Melihat kondisi seperti ini, kami berniat melakukan koordinasi dengan pihak Perpusda untuk menggunakan jalan pintas di belakang Perpusda,''ungkapnya.

Keramaian Lebaran tidak hanya terjadi di tempat-tempat hiburan, tapi juga di beberapa pemakaman umum. Bahkan, jalan Kyai Saleh di depan pemakaman umum Bergota sempat ditutup untuk kendaraan bermotor. Sebab, jalan tersebut dipenuhi masyarakat yang akan berziarah sejak pagi seusai shalat id. Bergota misalnya, dikunjungi ribuan orang selama tiga hari, Minggu (14/11) - Selasa (16/11). Tak hanya dari Kota Semarang, para peziarah juga datang dari kota-kota lain seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo, Kendal, dan Demak. Hal itu dapat dilihat dari pelat mobil yang terparkir di sekitar kawasan pemakaman terluas di Semarang tersebut.

Sementara itu, suasana Pecinan Semarang saat Lebaran terlihat lengang. Sebagian besar toko dan perkantoran di sepanjang Jl Gang Pinggir, Jl Gang Warung, Jl Gang Besen, Gabahan, dan Plampitan tutup. Hanya satu dua toko saja yang buka, itu pun kebanyakan warung-warung makan. Aktivitas perdagangan yang biasanya ramai praktis tak terlihat lagi. Toko-toko itu tutup karena para pegawainya pulang kampung. Beberapa pintu toko memasang pengumuman kembali buka pada Rabu (17/11). (H13,nik,roe-73n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA