logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 17 Nopember 2004 SEMARANG
Line

Idul Fitri Momen Introspeksi Diri

SEMARANG - Minggu (14/11) pagi, umat Islam berbondong-bondong menuju masjid, mushala, lapangan, dan tempat lain untuk shalat Idul Fitri. Tempat-tempat untuk menggelar ibadah tersebut penuh, bahkan jamaahnya meluber sampai ke jalan-jalan.

Masjid Agung Jateng (MAJ) di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Gayamsari, menjadi salah satu yang memiliki daya tarik tersendiri. Minggu kemarin, masjid di atas areal lahan 10 hektare itu dipenuhi ribuan peserta shalat id.

Antusiasme yang datang ke masjid kebanggaan masyarakat Jateng itu begitu tinggi. Mereka bukan hanya memenuhi ruang utama melainkan juga plasa masjid yang sangat luas tersebut.

Sejak pukul 05.30, jamaah sudah mulai berdatangan. Jamaah bukan hanya datang dari Semarang melainkan juga daerah di sekitarnya. Para pemudik pun banyak yang menunaikan shalat id di MAJ. Seperti yang dilakukan Mardiyah (40) dari Yogyakarta yang setiap Lebaran pulang ke rumah orang tuanya Jalan Lampersari. Biasanya pada lebaran-lebaran sebelumnya, dia bersama keluarga dan sanak saudaranya shalat id di Simpanglima.

Namun, Lebaran kali ini mereka ingin sekali merasakan shalat id di masjid yang dilengkapi gedung pertemuan, perkantoran, dan perpustakaan itu.

''Biasanya kami shalat id di Simpanglima. Namun, tahun ini kami ingin merasakan shalat di Masjid Agung Jateng. Ada suasana lain saat shalat id di sini. Rasanya lebih tenang dan nyaman,'' ungkapnya seusai shalat id.

Gubernur Jateng H Mardiyanto, Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo Msc, Rektor IAIN Walisongo Prof Dr H Abdul Djamil MA, Kakanwil Depag Jateng HM Chabib Thoha MA, Ketua Badan Pengelola MAJ Drs H Achmad, Wakil Ketua DPRD Jateng Abdul Kadir Karding, anggota DPRD lainnya, para ulama, dan tokoh masyarakat terlihat menunaikan shalat id di MAJ. Mereka bersalam-salaman untuk bermaaf-maafan dengan jamaah seusai shalat.

Shalat id yang dimulai pukul 06.30 itu dipimpin oleh KH Ulil Absor Alhafidz. Khotbah disampaikan oleh Prof Dr H Abdul Djamil MA, Rektor IAIN Walisongo Semarang.

Dalam khotbahnya Abdul Djamil mengemukakan, Idul Fitri merupakan momen untuk introspeksi diri. Bukan hanya perilaku melainkan juga amal dan ibadah manusia selama ini. Hawa nafsu yang menjadi musuh besar manusia agar bisa lebih dikendalikan. Dengan demikian, diharapkan setelah berpuasa selama sebulan, kualitas hidup manusia bisa meningkat.

''Perang melawan hawa nafsu merupakan perang yang paling berat. Karena itu, setelah berpuasa selama sebulan, kita harus bisa mengendalikan hawa nafsu. Dengan demikian, kualitas hidup bisa meningkat setelah berpuasa ini,'' ungkapnya.

Shalat id di Simpanglima dimulai pukul 06.15 dengan imam ustad H Zaenuri Akhmad Alhafidz dan khotib Drs HM Nafiz Junalia MA, Pembantu Rektor II IAIN Walisongo Semarang. Shalat dihadiri Wagub Drs H Ali Mufiz MPA, sejumlah pejabat, tokoh, dan masyarakat umum lain.

Dalam ceramahnya, Nafiz Junalia menekankan tentang beberapa hal yang menjadi titik strategis untuk mencapai sebuah keberhasilan. Antara lain, perlu adanya orientasi ke depan dan keseimbangan pemasukan dengan pengeluaran.

Dia mengatakan, puasa menjadikan manusia mampu mengendalikan diri dari nafsu, melatih kesabaran, bisa memegang amanah dan janji, menjaga kesehatan pikiran dan fisik, serta menanamkan kesadaran dan kepedulian terhadap sesama. (G7,H13,hrn,H1-73j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA