| Rabu, 17 Nopember 2004 | KEDU & DIY |
Puluhan Orang Berebut GununganYOGYAKARTA - Puluhan orang Minggu (14/11), saling berebut gunungan Garebek Idul Fitri 1 Syawal 1425 H di halaman Masjid Gede Kauman, Yogyakarta. Upacara tradisional yang digelar usai Shalat Idul Fitri tersebut, berlangsung meriah dan khidmat. Upacara Garebek Gunungan Ndalem yang dipimpin Manggalayuda Keraton Yogyakarta, Drs GBPH Yudaningrat MM tersebut mendapat sambutan cukup besar dari masyarakat. Pada upacara kali ini, pihak Keraton hanya mengeluarkan satu gunungan kakung yang diperebutkan di halaman depan Masjid Gede Kauman. Walau upacara gunungan ndalem baru akan dimulai pukul 10.00, namun sejak pukul 08.00 WIB ribuan masyarakat dari berbagai kota sudah berjubel di Alun-alun utara, khususnya di sepanjang jalan yang bakal dilalui rombongan gunungan menuju Masjid Gede Kauman. 10 Bregada Upacara diawali dengan keluarnya 10 bregada prajurit Keraton, menyusul di belakangnya gunungan kakung. Sesampainya di Ringin Kurung, prajurit pembawa gunungan langsung belok kanan menuju halaman Masjid Gede Kauman. Sesampainya di depan Masjid Agung, gunungan langsung didoakan. Usai pembacaan doa, tanpa dikomando puluhan orang langsung berebut gunungan itu. Mereka tidak peduli terhadap bahaya yang ada di sekitarnya, yang penting bisa mendapat sesaji di dalam gunungan tersebut. Saat mereka saling berebut gunungan, tangan-tangan jahil juga turut beraksi. Akibatnya, banyak pengunjung yang kehilangan barang-barang berharga. Ny Poniyem, warga Gunungkidul, adalah salah satu korban. Ia kehilangan dompet beserta isinya. Terlepas dari semua itu, upacara gunungan ndalem tetap berlangsung meriah, meski ada pengunjung yang kehilangan uang atau pun benda-benda berharga. (Sgt-76a) |