| Rabu, 17 Nopember 2004 | EKONOMI |
Penjualan Bunga Segar Meningkat TajamBUNGA segar menjelang dan pada masa Lebaran banyak diserbu pelanggan. Aksesori untuk keindahan ruangan rumah tersebut laris manis sehingga penjualan bisa terdongkrak hingga dua kali lipat. Di tempat penjualan bunga di pasar kembang Kalisari Jl Dr Sutomo peminat bunga segar dan artifisial meningkat tajam. Menurut Sari, penjual aneka bunga segar di kawasan tersebut, aneka bunga segar stek (potong) rata-rata dijual Rp 15 ribu/ikat (isi 10 kuntum) seperti aster, sedap malam, anggrek, dan melati. Untuk tanaman bunga segar yang di pot dijual Rp 15 ribu-Rp 70 ribu, bergantung jenis bunga, seperti anggrek bulan dijual Rp 70 ribu/pot, bunga tiga bulan Rp 15 ribu/pot, asparagus Rp 15 ribu/pot, aneka kaktus Rp 10 ribu/pot. Sedangkan khusus bunga artifisial dijual Rp10 ribu per 3 kuntum. Ia mengatakan, sejak mendekati Lebaran kini penjualan per hari bisa mencapai Rp 200-an ribu, padahal biasanya sangat lesu hanya mencapai Rp 100-an ribu. "Bunga paling diminati yang sudah disemai di pot dan bunga artifisial karena lebih bisa bertahan lama dibandingkan bunga hidup potong," katanya. Paling Laris Hal sama dialami Kusriati, penjual bunga di kawasan tersebut. "Bunga di pot paling laris digandrungi ibu rumah tangga karena bisa tumbuh dan menghasilkan bunga baru," katanya. Menurut dia, masa paling ramai penjualan bunga tersebut terjadi saat musim pesta, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. "Bunga bisa menambah keindahan ruangan dan membuat kesan segar. Jadi saat rumah kedatangan tamu, banyak pemiliknya berusaha memperindah ruangan rumahnya," katanya. Dia mengatakan, selain ada event-event khusus, penjualan bunga laris manis saat instansi atau biro iklan sedang banyak order. Biasanya iklan papan banyak menggunakan bunga hidup, untuk ucapan selamat dan duka cita. Selain ibu rumah tangga, kata dia, pelanggan tetap bunga segar dan artifisial adalah biro-biro iklan yang biasa membeli dalam partai besar. Biro iklan tersebut merupakan pelanggan tetap untuk bunga anggrek dan aster. Menurutnya, bunga segar tersebut diambil dari pengusaha bunga lokal dan sebagian ada yang dipasok dari Bandungan. Bunga yang dipasok dari Bandungan untuk jenis khusus yang jarang dikembangkan oleh pengusaha lokal, seperti anggrek bulan. (Arie Widiarto-82) |