logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 17 Nopember 2004 EKONOMI
Line

Harga Bahan Pokok Masih Tinggi

SEMARANG- Harga berbagai jenis bahan kebutuhan pokok di Semarang hingga kemarin masih terhitung tinggi dibanding hari-hari normal. Bahkan kenaikan harga ada yang sudah mencapai 100% lebih untuk komoditas tertentu seperti sayuran.

Peningkatan harga sembilan bahan pokok itu dipicu oleh masih sedikitnya pasokan dan pedagang yang memulai aktivitasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hampir seluruh pasar di Semarang masih sepi.

Di Pasar Johar hanya sekitar 10% kios dan pedagang yang sudah mulai berjualan. Itupun sebagian besar pedagang buah-buahan dan pakaian. Harga komoditas yang masih tinggi antara lain telur ayam, daging ayam, daging sapi, serta beberapa jenis sayuran, seperti cabe merah, cabe rawit, dan bawang merah. Harga bahan bumbu, seperti jahe, juga masih tinggi.

Sakiyono, penjual sayur-mayur di Pasar Peterongan menyebutkan, kenaikan harga paling mencolok terjadi untuk jenis cabe merah dan cabe rawit. Untuk cabe merah, dari harga semula Rp 2.500-Rp 3.000 per kilogram (kg) naik menjadi Rp 4.500 per kg.

Sementara, untuk harga cabe rawit, dari kisaran Rp 2.500 per kg naik menjadi Rp 4.000 per kg.

''Pemasoknya hanya beberapa orang, ini saja dapatnya barang harus berebut dengan pedagang lain,'' ujar dia, kemarin.

Untuk jenis bawang merah, harganya juga merangkak dari Rp 3.000 per kg menjadi Rp 4.000 per kg.

Para pedagang mengungkapkan, biasanya harga tinggi ini berlaku sekitar satu pekan setelah Lebaran.

Menurut mereka, kenaikan harga tersebut wajar dan selalu terjadi setiap menjelang habis Lebaran.

Kenaikan juga terjadi pada tempe yang biasanya seiris Rp 1.000 kemarin dijual Rp 1.500, kemudian kangkung seikat Rp 750, bayam seikat Rp 1.000. Padahal, rata-rata harga komoditas sayuran itu, paling tinggi Rp 500 per ikat.

"Harga-harga biasanya akan turun dengan sendirinya setelah Lebaran nanti,'' ujar seorang pedagang.

Tampak Lengang

Sementara di kios sembako di bagian dalam Pasar Johar, sejumlah kios tampak tutup.

Pasar yang satiap harinya selalu padat itu, kemarin tampak lengang. Seorang pedagang mengatakan, biasanya pedagang baru buka Senin pekan depan.

''Pedagang di sini sebagian besar adalah pendatang, maka wajar jika mereka baru aktif Senin mendatang,'' ujar Taryo, pedagang sembako yang kemarin memilih buka karena tinggal di Semarang.

Meski beberapa harga kebutuhan pokok naik, tetapi khusus harga beras masih stabil berkisar antara Rp 2.200-Rp 2.600/Kg. Demikian pula dengan minyak minyak goreng curah yang stabil berkisar antara Rp 5.100/liter-Rp 6.500/liter.

Pusat perbelanjaan modern yang kemarin sudah mulai buka juga makin dipadati pembeli. Konter kebutuhan pokok tampak penuh sesak.

Menariknya, harga kebutuhan pokok di pasar swalayan ini lebih murah dibanding pasar tradisional.

Hal ini disebabkan, swalayan masih mematok harga lama dan stoknya masih cukup banyak. Hanya saja, antrean di kasir pembayaran sangat panjang. (G2-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA