| Rabu, 17 Nopember 2004 | EKONOMI |
Hunian Hotel Capai 100%SEMARANG-Hari Lebaran benar-benar memberikan berkah bagi pengusaha hotel di Semarang. Betapa tidak? Pada hari Minggu (14/11) dan Senin (15/11) hampir semua hotel yang ada mencapai tingkat okupansi (hunian-Red) sebesar 100%. Hal itu tidak terlepas dari panjangnya liburan kali ini yang berlangsung selama satu minggu. Bahkan ada hotel yang sudah full booked sejak H-2 menjelang Lebaran hingga H+5, seperti yang diungkapkan Nana, public relation Hotel Horison. "Jumlah tamu yang berasal dari luar kota dan dalam kota seimbang. Dari luar kota berasal dari Jakarta dan Surabaya," katanya. Alasan praktis karena rumah tidak ada pembantu menjadi faktor yang mempengaruhi masyarakat Semarang untuk tinggal di hotel. Bagaimana dengan harga kamar? "Harga kamar stabil dan tidak mengalami kenaikan," jawabnya. Paket yang disiapkan untuk menyambut Lebaran antara lain paket halal bi halal bagi keluarga dengan sistem pesan ruangan, serta pada 15-16 November disediakan menu ketupat Lebaran. Tingkat okupansi 100% juga dicapai oleh hotel Graha Santika. Seperti yang dikatakan oleh Yustin bagian reservasi, mulai 14-16 November semua kamar sudah penuh semua. "Banyak tamu yang check in di malam hari karena terjebak macet dan ingin beristirahat," katanya. Jumlah tamu dari luar kota dan dalam kota relatif seimbang. Apakah ada kenaikan harga kamar? Dia menjawab," Ada kenaikan harga kamar mulai H-7 hingga H+7. Namun kenaikan itu tidak seberapa besar, contohnya kamar deluxe yang hanya mengalami kenaikan Rp 1.000 (Rp 420.000 dari harga sebelumnya Rp 419.000)." Keberhasilan mencapai tingkat okupansi 100% juga diraih oleh Hotel Siliwangi seperti yang diutarakan oleh Yenni, resepsionis. "Pada hari pertama lebaran (14/11) tingkat okupansi mencapai 100%, sedangkan pada 13 dan 15 November berkisar 98%. Pada hari Selasa tingkat hunian mencapai 92%," katanya. Ditambahkannya, sebenarnya pada hari kedua Lebaran okupansi bisa mencapai 100% karena banyak tamu yang membatalkan reservasinya sedangkan tamu yang akan check in sudah terlanjur ditolak. "Tamu seluruhnya berasal dari luar kota terutama Bandung dan Jakarta dan didominasi oleh keluarga," tuturnya. Mulai H-7 hingga H+7, harga kamar tidak diberikan diskon 10% seperti pada hari biasa. (hrn-82) |