| Rabu, 17 Nopember 2004 | EKONOMI |
Bongkar Muat di Pelabuhan Tetap JalanSEMARANG- Pada hari raya Idul Fitri kemarin kegiatan bongkar muat di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tetap berlangsung seperti biasa. Kegiatan hanya terhenti pada pagi hari, dan sekitar pukul 11.00 siang kegiatan bongkar barang ekspor maupun impor kembali berjalan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, volume bongkar muat sama dengan hari-hari sebelumnya. Hanya saja, kontainer tidak langsung diangkut oleh truk-truk trailer, tetapi ditumpuk di terminal kontainer. Hal ini disebabkan, truk baru baru boleh beroperasi pada pekan depan. General Manajer TPKS Udaranto PH mengungkapkan, kegiatan bongkar muat tetap dilaksanakan karena kontrak dengan pihak buyers harus tetap dikirim. Demikian pula dengan pihak eksportir maupun importir yang harus melaksanakan komitmen kontrak tersebut. ''TPKS hanya berhenti beraktivitas pada seat pertama (pagi hari) karena banyak karyawan yang harus menjalankan shalat Id. Pengiriman barang terkait dengan kontrak, sehingga meski di Indonesia hari libur, pengiriman tetap harus jalan,'' ujar dia, kemarin. Menurut Udaranto, hal ini sudah biasa dan berlangsung sejak TPKS dibuka tahun 2001 lalu. ''Ini bagian dari komitmen pelayanan dan kepercayaan konsumen. Jadi tidak masalah yang penting arus ekspor impor bisa tetap berlangsung. Sebab, bila tidak kerugian lebih besar justru akan dialami oleh eksportir maupun importir.'' Ia mengungkapkan, arus bongkar muat baik ekspor maupun impor melalui Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) dalam satu tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bongkar muat pada September 2004 tercatat sebesar 28.813 Teus (ukuran kontainer 40 feet), sementara pada bulan yang sama tahun lalu hanya 25.177 Teus. ''Peningkatan kegiatan bongkar muat ini diperkirakan akan meningkat pesat menyusul mulai meningkatnya perekonomian di Jateng,'' ujar Udaranto. Ia menyebutkan, sepanjang 2003 arus bongkar muat di pelabuhan ketiga terbesar di Indonesia itu sebanyak 323.398 Teus, sedangkan hingga September 2004 sudah mencapai 70% lebih. ''Kami yakin jumlahnya akan lebih dari tahun lalu, dan menjelang Lebaran lalu arus barang khususnya keluar akan meningkat tajam mencapai 40% lebih dari hari biasa,'' tambahnya. Menurut dia, secara umum arus bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas terus meningkat, Jika pada 2001 arus bongkar muat peti kemas hanya mencapai 165.448 box atau 272.611 Teus dan mengalami kenaikan menjadi 191.490 box atau 315.874 Teus pada 2002 dan 2003 mencapai 323.398 Teus. Kenaikan arus ekspor impor barang peti kemas itu, katanya, banyak didukung dengan membaiknya kondisi di pelabuhan Tanjung Emas dari tahun-tahun sebelumnya, terutama penambahan fasilitas serta realisasi peningkatan kinerja pelayanan para pengelola pelabuhan. Peralatan yang telah dioperasi cukup banyak antara lain 20 head truk (trailer), RTG, Side Loader, Top Loader, Forklit electrik dan Container Crane. Saat ini pembangunan fisik perpanjangan dermaga sepanjang 150 meter dengan kedalaman sekitar 12 LWS sudah memasuki tahap 80%. (G2-82) |